Mengenal Demam Berkepanjangan: Tanda dan Tindakan yang Harus Diketahui
Demam yang bertahan lebih dari lima hari bisa jadi sinyal adanya masalah kesehatan yang serius. Penting bagi kita untuk memahami penyebab dan langkah pemeriksaan yang diperlukan untuk menangani kondisi ini.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Seringkali, demam dianggap sebagai respons tubuh terhadap infeksi, tetapi penyebabnya bisa bervariasi dari hal yang ringan hingga masalah kesehatan yang lebih berat.
Satu dari banyak penyebab demam berkepanjangan adalah infeksi virus, seperti influenza atau dengue, yang biasanya disertai gejala lain. Gejala tambahan ini termasuk batuk, pilek, dan nyeri otot.
Di sisi lain, infeksi bakteri juga dapat menjadi pemicu demam yang tak kunjung reda. Pneumonia, tuberkulosis, dan infeksi saluran kemih merupakan contoh infeksi bakteri yang harus diwaspadai.
Selain infeksi, penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis dapat juga menjadi sebab. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat, menyebabkan peradangan yang berujung pada demam.
Tidak kalah penting, beberapa jenis kanker, terutama limfoma, dapat muncul dengan demam berkepanjangan sebagai salah satu gejalanya. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap kondisi ini sangat diperlukan.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Demam sering kali diiringi dengan gejala lain seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat di malam hari. Gejala ini dapat memberikan petunjuk tambahan tentang apa yang terjadi di dalam tubuh.
Sering terjadi juga gejala gastrointestinal seperti diare atau mual, tergantung pada penyebab demam. Ini umumnya dialami pada infeksi tertentu, terutama yang berkaitan dengan saluran pencernaan.
Sakit kepala dan nyeri otot merupakan keluhan umum yang kerap muncul bersamaan dengan demam. Ketidaknyamanan ini bisa memperburuk keadaan dan mempengaruhi kualitas hidup.
Saat mengalami demam berkepanjangan lebih dari lima hari, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan fisik dan wawancara kesehatan menjadi langkah awal untuk menentukan penanganan lebih lanjut.
Dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan darah untuk memeriksa tanda-tanda infeksi atau gangguan lainnya. Analisis ini dapat membantu mengenali jenis infeksi, baik bakteri maupun virus.
Tes pencitraan seperti rontgen dada juga dapat dilakukan apabila terdapat indikasi infeksi paru-paru. Ini akan membantu mengevaluasi kondisi organ vital lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: