Iran Menegaskan Posisi Tegas terhadap Negosiasi dengan AS
Iran menolak kemungkinan bernegosiasi dengan Amerika Serikat, seperti yang disampaikan oleh Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani. Pernyataan ini muncul setelah laporan yang menyebutkan inisiatif Larijani untuk membuka dialog dengan Washington.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dalam kicauannya di media sosial, Larijani menekankan bahwa AS sedang menghadapi tantangan serius akibat kebijakan yang ditentukan oleh mantan Presiden Donald Trump. Ia menambahkan bahwa saat ini Iran berupaya mempertahankan diri dari ancaman eksternal.
Dalam unggahan di media sosial, Larijani dengan tegas menyatakan, 'Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat'. Pernyataan ini muncul pada Senin, 2 Maret 2026, dan menjadi klarifikasi terhadap laporan yang menyebutkan keinginan Larijani untuk melanjutkan dialog dengan AS melalui perantara Kesultanan Oman.
Larijani juga mengkritik kebijakan luar negeri AS di bawah Trump, menyatakan, 'Dengan tindakan khayalannya, ia mengubah slogan 'America First' menjadi 'Israel First', mengorbankan tentara Amerika untuk ambisi Israel yang haus kekuasaan'. Pernyataan ini mencerminkan pandangan Larijani mengenai dampak negatif kebijakan AS terhadap stabilitas kawasan.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Sebelum pernyataan Larijani, Trump telah mendorong rakyat Iran untuk mengganti pemerintahan mereka setelah serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan beberapa pemimpin tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Trump berpidato dalam sebuah video, 'Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk berani, gagah, dan merebut kembali negara Anda'.
Dia juga mengingatkan pasukan keamanan Iran untuk menyerah atau menghadapi konsekuensi fatal. Menghadapi situasi tersebut, Larijani menegaskan, 'Saat ini, bangsa Iran sedang membela diri' dan menyatakan bahwa militer Iran tidak memulai agresi.
Dalam pidato yang mengundang perhatian banyak pihak, Trump menegaskan, 'Saya sekali lagi mendesak Garda Revolusi, militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata Anda dan menerima kekebalan penuh atau menghadapi kematian yang pasti'. Peringatan ini mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat antara kedua negara.
Trump kemudian memberikan peringatan tegas, menyatakan, 'Itu akan menjadi kematian yang pasti. Itu tidak akan menyenangkan.' Pernyataan ini menambah ketegangan dalam hubungan diplomatik antara Iran dan AS, yang semakin sulit diubah.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: