Prediksi 143,9 Juta Pemudik Lebaran 2026: Penurunan dan Antisipasi Keamanan
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa sekitar 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan mudik pada Lebaran 2026. Ini merupakan penurunan dibandingkan angka tahun lalu yang tercatat sebanyak 146,4 juta orang.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Penurunan sebanyak 2,57 juta orang atau sekitar 1,75 persen ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian, yang bertugas menjaga keamanan selama arus mudik.
Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa walau survei menunjukkan penurunan, Polri tidak ingin menganggap remeh kemungkinan peningkatan jumlah pemudik di lapangan. "Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya potensi peningkatan jumlah pemudik," ucapnya.
Pergerakan masyarakat juga dipengaruhi oleh libur Hari Raya Nyepi, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat. Petugas Polri diharapkan dapat bersiap siaga dalam menghadapi arus mudik yang mungkin lebih tinggi dari prediksi.
Meski ada penurunan, faktor kejadian di lapangan harus terus diwaspadai agar segala hal dapat berjalan lancar. Kesiapsiagaan aparat menjadi hal penting dalam pengelolaan arus mudik di tahun 2026.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Polri akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 secara terpusat selama 13 hari, mulai dari 13 Maret hingga 25 Maret. Sebanyak 161.243 personel gabungan akan dikerahkan untuk menjaga keamanan di berbagai jalur dan pusat keramaian.
Arus mudik diprediksi akan terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diantisipasi terjadi pada 14 dan 15 Maret, sementara gelombang kedua diperkirakan pada 18 dan 19 Maret 2026.
Pembagian gelombang ini bertujuan untuk memudahkan pengaturan lalu lintas dan memastikan keselamatan pemudik. Polri berupaya agar semua pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Menurut Dedi, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 25 hingga 26 Maret 2026 untuk gelombang pertama. Gelombang kedua diprediksi akan terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026.
Prediksi ini bertujuan agar pihak berwenang dapat membuat langkah-langkah untuk mengelola kepadatan lalu lintas. Dalam menghadapi puncak arus balik, berbagai upaya diperlukan untuk mencegah kemacetan.
Prioritas utama tetap pada kemudahan dan keamanan bagi pemudik, yang harus dijaga bersama-sama oleh semua pihak terkait.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: