Keamanan Menghadapi Piala Dunia 2026: Meksiko Dalam Ancaman Kekerasan
Menjelang Piala Dunia 2026, Meksiko sedang berada di bawah bayang-bayang kekerasan yang meluas, menimbulkan kekhawatiran atas keamanan tuan rumah. Dengan kurang dari empat bulan tersisa, kondisi di hampir 20 wilayah, termasuk Guadalajara, semakin memprihatinkan.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Serangkaian aksi kekerasan, dipicu oleh kematian pemimpin kartel, telah membuat beberapa pertandingan sepak bola domestik terpaksa ditunda. Kalangan otoritas berjanji bahwa pesta sepak bola dunia ini tetap aman, meski situasinya semakin rumit.
Kekerasan telah meningkat secara signifikan di Meksiko, terutama setelah kematian El Mencho, pemimpin kartel Jalisco New Generation (CJNG), yang bereaksi memicu kerusuhan di berbagai daerah. Guadalajara, yang terpilih sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia, menjadi pusat perhatian dengan banyak kendaraan dibakar dan jalan-jalan ditutup.
Dalam beberapa bulan terakhir, kekacauan terlihat dengan suara tembakan yang terdengar di berbagai sudut kota, menambah rasa tidak aman di kalangan penduduk. Para pengamat keamanan mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari kondisi ini terhadap citra Meksiko menjelang event internasional besar.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Kekerasan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga pada dunia sepak bola. Beberapa pertandingan domestik, termasuk derby Liga MX antara Guadalajara dan Klub Amerika, telah terpaksa ditunda karena situasi keamanan yang memburuk.
Liga MX dan pertandingan divisi kedua juga terpukul akibat penutupan wilayah yang dinyatakan berbahaya, memaksa penyelenggara untuk mempertimbangkan kembali jadwal pertandingan. Dengan kegagalan mencapai situasi yang stabil, banyak yang khawatir tentang potensi gangguan lebih lanjut.
Meskipun berada dalam situasi yang mengkhawatirkan, pihak berwenang Meksiko menegaskan bahwa Piala Dunia tetap akan berlangsung seperti yang direncanakan. Mereka mengklaim telah melakukan berbagai langkah keamanan, termasuk pengerahan tentara dan tim Garda Nasional ke daerah-daerah rawan.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan pentingnya untuk tetap tenang di tengah isu keamanan ini. "Kami ingin masyarakat percaya bahwa situasi ini sedang ditangani dan Piala Dunia akan berlangsung dengan aman," ujarnya.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: