Perpanjangan Kontrak Thomas Tuchel Jadi Pelatih Timnas Inggris Hingga 2028
Timnas Inggris telah resmi mengikat Thomas Tuchel dengan kontrak baru yang berlaku hingga tahun 2028. Keputusan ini muncul meskipun ada kontroversi menjelang Piala Dunia 2026.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) menegaskan bahwa perpanjangan kontrak ini tidak terpengaruh oleh desas-desus mengenai kepindahan Tuchel ke Manchester United.
Thomas Tuchel, manajer timnas Inggris, kini terikat dengan kontrak baru hingga tahun 2028. Sebelumnya, kontrak Tuchel direncanakan berakhir setelah Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli.
Keputusan perpanjangan ini memicu kritik dari berbagai pihak, di mana banyak yang berpendapat bahwa FA seharusnya menunggu hasil Piala Dunia sebelum membuat keputusan penting ini.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
CEO FA, Mark Bullingham, menjelaskan bahwa perpanjangan kontrak ini diambil dengan keyakinan penuh terhadap kapabilitas Tuchel hingga tahun 2028. Ia menyatakan, 'Kami menunjuknya dengan pandangan bahwa dia akan menjadi pelatih kami untuk 2028.'
Bullingham juga menegaskan, 'Saya rasa itu tidak realistis,' mencerminkan bahwa FA telah mempertimbangkan banyak aspek sebelum mengambil langkah ini, tanpa terpengaruh oleh spekulasi terkait Manchester United.
Sejak rumor mengenai Tuchel dan Manchester United muncul, perhatian publik tertuju pada bagaimana FA akan menanggapi situasi ini. FA menegaskan bahwa keputusan perpanjangan kontrak sudah dipertimbangkan jauh sebelum berita pemecatan pelatih Manchester United, Ruben Amorim.
Bullingham menekankan pentingnya stabilitas di tengah ketidakpastian, menyatakan, 'Kami cenderung ingin tahu di mana posisi kami, untuk menghilangkan ketidakpastian saat memasuki turnamen.'
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: