Luhut Sarankan Integrasi AI untuk Memodernisasi Sektor Keuangan Indonesia
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat reformasi di sektor keuangan Indonesia. Usulan ini mencakup bursa saham dan sistem perpajakan, diharapkan akan bertransformasi menjadi lebih efisien dan transparan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Pernyataan tersebut dikemukakan pada peluncuran website Dewan Ekonomi Nasional, di mana Luhut menjelaskan bahwa rencana ini telah dibahas dengan Presiden Prabowo Subianto.
Luhut mengungkapkan bahwa ia telah menyarankan penggunaan teknologi AI kepada Presiden Prabowo Subianto dan perwakilan dari Morgan Stanley. Ia menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam reformasi pasar modal.
"Saya bilang sama dia [perwakilan Morgan Stanley], kita mau reform. Kita ada usul ke Presiden supaya capital market ini di-reform," ungkap Luhut.
Dengan digitalisasi bursa saham, diharapkan transaksi bisa lebih cepat dan efisien. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada proses manual yang rawan penyimpangan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Selain bursa saham, Luhut menjelaskan potensi penggunaan AI di sistem perpajakan untuk meningkatkan jumlah pembayar pajak. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mendorong kepatuhan masyarakat terhadap peraturan perpajakan.
"Jika itu [pakai teknologi AI] terjadi, jumlahnya akan lebih luas, penerimaan akan lebih luas," jelas Luhut.
Diharapkan, langkah ini akan menciptakan tata kelola perpajakan yang lebih transparan dan efisien, serta mengurangi pelanggaran yang sering terjadi.
Luhut menyatakan bahwa penerapan AI dapat mengurangi interaksi manusia yang sering menimbulkan potensi penyimpangan. Ia yakin bahwa penggunaan AI digital akan menyulitkan manipulasi data.
"Digunakan AI, berbasis AI, supaya makin sulit untuk dipermainkan," katanya.
Meskipun banyak manfaat, Luhut mengingatkan bahwa tantangan serupa dihadapi oleh banyak negara, termasuk India, dalam menerapkan teknologi ini.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: