Air India Sementara Hentikan Operasional Boeing 787-8 Dreamliner Setelah Temuan Kerusakan
Air India telah menghentikan sementara operasional Boeing 787-8 Dreamliner setelah mendeteksi kerusakan pada saklar kontrol bahan bakar. Keputusan ini diambil setelah seorang pilot melaporkan masalah saat mendarat di Bengaluru.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN
Pesawat dengan nomor registrasi VT-ANX ini terbang dari London Heathrow dan tiba di Bengaluru pada 1 Februari 2026, dimana insiden tersebut memicu investigasi lebih dalam terhadap armada tersebut.
Pesawat VT-ANX beroperasi sebagai penerbangan Air India AI132 yang lepas landas dari Heathrow pada pukul 19.19 waktu setempat. Setelah mendarat di Bengaluru pada pukul 11.54, pilot melaporkan kerusakan pada saklar kontrol bahan bakar.
Dalam pernyataan resminya, Air India menyatakan, 'Kami mengetahui bahwa salah satu pilot kami telah melaporkan kemungkinan kerusakan pada saklar kontrol bahan bakar pesawat Boeing 787-8.' Sebagai respons, maskapai kemudian menghentikan sementara penerbangan pesawat tersebut.
Pemeriksaan awal oleh Safety Matters Foundation menunjukkan adanya perilaku abnormal pada saklar kontrol bahan bakar mesin kiri saat penyalaan. Temuan ini menunjukkan bahwa saklar tidak berada pada posisi RUN, berpotensi meningkatkan risiko matinya mesin secara tiba-tiba saat penerbangan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Insiden terbaru ini menyiratkan pengingat akan kecelakaan fatal yang terjadi pada Juni 2025. Dalam kecelakaan tersebut, pesawat Boeing 787 Air India jatuh setelah lepas landas dari Ahmedabad, mengakibatkan 260 orang tewas.
Investigasi menemukan adanya masalah dengan pasokan bahan bakar ke mesin yang terputus, serta kebingungan dalam cockpit mengenai posisi saklar kontrol bahan bakar. Seorang pilot bahkan mempertanyakan, 'Mengapa saklar telah dipindahkan ke posisi CUTOFF?'
Setelah kecelakaan tersebut, Air India melakukan pemeriksaan menyeluruh pada saklar kontrol bahan bakar di seluruh armada Boeing 787. Hasilnya menunjukkan tidak ada masalah signifikan, dan maskapai menegaskan bahwa semua inspeksi dilakukan sesuai arahan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil.
Kelompok keselamatan penerbangan memperhatikan peringatan dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA) pada tahun 2018, yang menunjukkan potensi kerusakan pada saklar kontrol bahan bakar pada pesawat Boeing 787. Peringatan ini merekomendasikan agar dilakukan inspeksi serta penggantian komponen jika diperlukan.
Maskapai menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan regulator demi memastikan keselamatan penerbangan. Investigasi lebih lanjut diharapkan mampu memberikan solusi permanen terhadap masalah ini, demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: