BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 16:50 WIB

Studi NASA Mengubah Pemahaman Tentang Asal Air di Bumi

Studi NASA Mengubah Pemahaman Tentang Asal Air di BumiStudi NASA Mengubah Pemahaman Tentang Asal Air di Bumi

Studi terbaru dari NASA memberikan wawasan baru mengenai asal-usul air di Bumi yang mungkin berbeda dari teori sebelumnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa air yang ada di planet kita mungkin tidak sepenuhnya berasal dari meteorit.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Dengan menganalisis sampel Bulan yang dikumpulkan selama lebih dari 50 tahun, para ilmuwan menemukan bahwa kontribusi meteorit terhadap jumlah air di Bumi sangat kecil.

Teori Baru tentang Asal Usul Air di Bumi

Teori yang sering didengar menyatakan bahwa air di Bumi dihasilkan dari tumbukan meteorit yang kaya air. Namun, penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa peran meteorit dalam penyediaan air sangat terbatas, hanya sekitar satu persen dari total air yang ada.

Jika kita melihat analisis isotop oksigen dalam regolit Bulan, terlihat bahwa jumlah material yang berasal dari meteorit sangat sedikit. Temuan ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai kemungkinan adanya sumber air lain yang belum diketahui.

Kesulitan dalam melacak jejak tabrakan kuno di Bumi disebabkan oleh aktivitas geologi dan cuaca yang terus mengubah permukaan. Berbeda dengan Bumi, Bulan hanya memiliki sedikit aktivitas geologis, sehingga menyimpan catatan sejarah benturan yang lebih jelas.

Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Metodologi dan Temuan Penelitian

Dalam penelitian ini, para peneliti NASA menggunakan analisis isotop oksigen presisi tinggi untuk menilai kontribusi meteorit terhadap keberadaan air di permukaan Bumi. Meskipun meteorit memang membawa air, penelitian ini menunjukkan kontribusi tersebut tidak cukup signifikan.

Justin Simon, ilmuwan planet di NASA Johnson Space Center, menegaskan, "Hasil studi kami menunjukkan bahwa meskipun meteorit memang membawa air, jumlahnya tidak cukup untuk menjelaskan seluruh air yang ada di Bumi."

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa banyaknya air di Bumi mungkin berasal dari proses yang terjadi saat pembentukan planet atau interaksi kimia yang kurang dipahami pada awal waktu.

Peran Bulan sebagai Kapsul Waktu

Bulan berfungsi sebagai "kapsul waktu" yang sangat penting dalam memahami sejarah air di Bumi. Tony Gargano, peneliti utama studi ini, menyatakan, "Bulan memberi kita catatan benturan yang tidak bisa kita temukan lagi di Bumi."

Temuan ini memperkuat pencarian jawaban atas pertanyaan mendasar tentang asal-usul air yang mendukung kehidupan di Bumi. Analisis tambahan mendukung pandangan bahwa sebagian besar air di planet ini mungkin sudah ada sejak awal pembentukan Tata Surya.

Meskipun meteorit tetap berperan, proporsi mereka dalam penyediaan air bagi Bumi harus direvisi berdasarkan penelitian ini.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Studi NASA Mengubah Pemahaman Tentang Asal Air di Bumi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!