BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 18 JANUARI 2026 • 21:53 WIB

Penurunan Aksi Protes di Iran Setelah Tindakan Keras Pemerintah

Penurunan Aksi Protes di Iran Setelah Tindakan Keras PemerintahPenurunan Aksi Protes di Iran Setelah Tindakan Keras Pemerintah

Unjuk rasa yang melanda Iran dalam seminggu terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda mereda setelah tindakan keras dari pemerintah dan pemadaman internet yang berkepanjangan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Jumlah korban tewas dari penindakan tersebut dilaporkan mencapai 3.428 orang, meskipun jumlah sebenarnya diperkirakan bisa jauh lebih tinggi.

Latar Belakang Unjuk Rasa

Aksi protes di Iran dimulai pada 28 Desember lalu di bazaar Teheran sebagai respons terhadap inflasi yang meningkat dan kondisi ekonomi yang semakin merosot.

Seiring waktu, unjuk rasa ini berkembang menjadi gerakan massa yang lebih luas, menuntut perubahan sistem pemerintahan ulama yang telah berkuasa sejak revolusi 1979.

Namun, sejak 8 Januari, pemerintah mulai merespons dengan cepat dengan menerapkan pemadaman akses internet selama lebih dari seminggu pada demonstran di berbagai kota besar.

Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat

Dampak Penindasan Terhadap Aksi Protes

Menurut Institut Studi Perang yang berbasis di AS, penindasan yang brutal ini kemungkinan telah mengurangi intensitas gerakan protes untuk saat ini.

"Pengerahan pasukan keamanan yang meluas oleh rezim dilakukan tidak berkelanjutan, yang memungkinkan aksi protes dapat berlanjut," sebut Institut Studi Perang dalam pernyataannya.

Laporan dari Iran Human Rights (IHR) menyatakan bahwa sedikitnya 3.428 demonstran telah dipastikan tewas, sementara banyak pihak memperingatkan bahwa angka tersebut mungkin jauh lebih tinggi.

Perbedaan Data Korban

Kelompok IHR memperkirakan bahwa jumlah korban tewas bisa mencapai lebih dari 5.000, bahkan mungkin setinggi 20.000 orang. Namun, pemadaman internet menghambat verifikasi independen terhadap klaim tersebut.

Sementara itu, saluran oposisi berbahasa Persia, Iran Internasional, mencatat sedikitnya 12.000 orang tewas selama unjuk rasa ini.

Direktur IHR, Mahmood Amiry-Moghaddam, menjelaskan, "kesaksian mengerikan dari para saksi mata" mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penurunan Aksi Protes di Iran Setelah Tindakan Keras Pemerintah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!