BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 13 JANUARI 2026 • 17:33 WIB

Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta untuk Tingkatkan Keselamatan dan Estetika

Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta untuk Tingkatkan Keselamatan dan EstetikaPembongkaran Tiang Monorel Jakarta untuk Tingkatkan Keselamatan dan Estetika

Pemprov DKI Jakarta berencana untuk membongkar tiang monorel yang mengganggu di sepanjang Jalan HR Rasuna Said dan Senayan. Langkah ini diambil setelah tingginya tingkat kecelakaan yang terkait dengan keberadaan pilar-pilar tersebut.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menekankan bahwa tindakan ini bertujuan untuk melindungi keselamatan masyarakat dan memperbaiki estetika ibu kota.

Alasan Pembongkaran Tiang Monorel

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar yang tercantum dalam APBD 2026 untuk pembongkaran tiang monorel. Selain itu, dana tersebut akan digunakan untuk penataan kawasan dan perbaikan trotoar di sekitar tiang-tiang ini.

Yustinus Prastowo mengungkapkan, "Menata kawasan Kuningan bukan berarti mengabaikan kawasan dan kebutuhan lain. Pada saat yang sama, Pemprov DKI Jakarta tetap fokus pada penyediaan infrastruktur dasar dan layanan esensial bagi warga DKI."

Beberapa insiden kecelakaan yang melibatkan tiang monorel telah terjadi, menunjukkan bahwa keberadaan tiang-tiang ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran

Sejarah Proyek Monorel Jakarta

Ide pembangunan monorel Jakarta pertama kali dicetuskan pada tahun 2004, ketika Presiden Megawati Soekarnoputri dan Gubernur Sutiyoso memimpin. Tujuan awalnya adalah untuk menyediakan alternatif transportasi modern dalam rangka mengurangi kemacetan di Jakarta.

Namun, proyek yang dikelola oleh PT Jakarta Monorail terhenti pada tahun 2007. Ketidakjelasan mengenai kelanjutan proyek disebabkan oleh sejumlah hambatan, termasuk sengketa aset dan masalah pendanaan.

Kepemimpinan Fauzi Bowo yang dimulai pada tahun 2008 resmi menghentikan proyek tersebut setelah evaluasi terhadap kemampuan PT Jakarta Monorail dalam memenuhi komitmen pendanaan.

Dinamika Pembongkaran Tiang Monorel

Usaha untuk melanjutkan proyek monorel pernah muncul di bawah kepemimpinan Joko Widodo yang terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Ia mengungkapkan niat untuk melanjutkan kerja sama dengan PT Jakarta Monorail pada tahun 2014.

Meskipun ada peletakan batu pertama ulang, klausul tambahan dalam kesepakatan baru belum pernah ditandatangani secara resmi, sehingga proyek tersebut kembali mengalami kebuntuan.

Polemik mengenai tiang monorel yang mangkrak berlanjut lintas pemerintahan. Selama kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama, wacana pembongkaran tiang kembali mengemuka, tetapi perbedaan penilaian harga menjadi penghalang pelaksanaannya.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta untuk Tingkatkan Keselamatan dan Estetika

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!