BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 12 JANUARI 2026 • 17:40 WIB

Proyek RDMP Balikpapan: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional

Proyek RDMP Balikpapan: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi NasionalProyek RDMP Balikpapan: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional

Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 12 Januari 2026. Proyek ini dengan investasi mencapai Rp124 triliun bertujuan untuk meningkatkan produksi dan kualitas bahan bakar minyak di Indonesia.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Kilang yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) diharapkan dapat memproduksi hingga 360 ribu barel per hari, menurunkan harga pokok, dan mengurangi ketergantungan pada impor solar.

Investasi dan Tujuan Proyek RDMP

Kilang RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek infrastruktur terintegrasi terbesar di Indonesia dengan total investasi mencapai US$7,4 miliar. Proyek ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi ketergantungan terhadap impor BBM, khususnya solar.

Dalam peresmian, Prabowo menyatakan, "Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Saya Prabowo Subianto Presiden RI dengan ini meresmikan Proyek Infrastruktur terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan."

Dengan kapasitas produksi yang meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, proyek ini direncanakan akan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada energi.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Keunggulan Fasilitas RFCC

Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi komponen vital dalam proyek RDMP Balikpapan. Kehadirannya memungkinkan kilang untuk memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi yang memenuhi standar Euro 5.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menjelaskan, "Melalui RFCC Complex dan unit tambahan lainnya, Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm."

Produksi bahan bakar yang lebih bersih diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung program hilirisasi di sektor petrokimia.

Dampak Terhadap Industri Kimia

Kilang RDMP Balikpapan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi BBM, tetapi juga diharapkan dapat menghasilkan produk industri kimia seperti propylene dan ethylene. Kedua produk ini sangat dibutuhkan oleh industri petrokimia di dalam negeri.

Baron menambahkan, "Selain itu, Kilang Balikpapan akan mampu menghasilkan produk petrokimia. Ini merupakan lompatan besar dalam peningkatan kualitas BBM nasional, dengan kapasitas kilang mencapai 360 ribu barel per hari serta mendukung program hilirisasi."

Dengan dioperasikannya kilang ini, diharapkan Indonesia tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku kimia.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Proyek RDMP Balikpapan: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!