BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 21:01 WIB

Mengapa Mimpi Buruk Sulit Dilupakan Setelah Terbangun?

Mengapa Mimpi Buruk Sulit Dilupakan Setelah Terbangun?Mengapa Mimpi Buruk Sulit Dilupakan Setelah Terbangun?

Mimpi buruk seringkali mengguncang emosi dan mempengaruhi suasana hati kita, jauh selepas kita terbangun. Suatu pengalaman yang intens ini bisa membuat kita merasa terjebak dalam kenangan yang tidak menyenangkan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Penelitian menyebutkan bahwa mimpi buruk memiliki dampak lebih mendalam dibandingkan dengan mimpi indah. Hal ini terkait dengan cara otak kita mengelola pengalaman yang berhubungan dengan stres dan kecemasan.

Mekanisme Psikologis di Balik Mimpi Buruk

Mimpi buruk sering kali merupakan cerminan dari kekhawatiran dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. Di saat mengalami stres, otak kita memproses emosi tersebut dalam wujud mimpi.

Dr. Mark Blagrove, seorang ahli neurosains, menjelaskan bahwa mimpi buruk bertindak sebagai mekanisme untuk ''memperbaiki'' emosi negatif. Ini mengakibatkan mimpi buruk menjadi lebih berarti dibandingkan dengan mimpi yang bersifat netral.

Reaksi fisiologis saat bermimpi buruk, seperti detak jantung yang meningkat dan perilisan hormon stres, juga berkontribusi pada kenangan yang tertinggal. Rasa takut yang muncul dapat menetap dalam pikiran bahkan setelah kita terbangun.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Perbedaan Antara Mimpi Buruk dan Mimpi Biasa

Mimpi biasa cenderung bersifat menyenangkan atau netral dan lebih mudah dilupakan. Sebaliknya, mimpi buruk dikaitkan dengan emosi kuat yang membuatnya sulit terlupakan.

Mimpi buruk sering menggambarkan isu yang memerlukan perhatian lebih, dengan 'kekuatan emosional' lebih besar dibandingkan dengan mimpi positif. Ini dapat mempengaruhi proses ingatan kita secara signifikan.

Selain itu, bagian otak yang bertanggung jawab atas kenangan emosional, terutama amygdala, aktif selama mimpi buruk, yang berakibat pada efek jangka panjang terhadap ingatan mimpi buruk.

Dampak Mimpi Buruk Terhadap Kesehatan Mental

Mimpi buruk tidak hanya mempengaruhi emosi tetapi juga kesehatan mental secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang sering mengalami mimpi buruk cenderung mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi.

Mimpi buruk juga berdampak negatif pada kualitas tidur. Pengalaman tidur yang terganggu dapat memicu masalah lebih lanjut, menciptakan siklus negatif yang sulit dipecahkan.

Pendekatan seperti terapi dan manajemen stres sering kali diperlukan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas mimpi buruk. Mengubah cara pandang terhadap stres dapat membantu meringankan dampak yang ditimbulkan oleh mimpi buruk.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengapa Mimpi Buruk Sulit Dilupakan Setelah Terbangun?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!