Tingginya Kasus Karies Gigi di Indonesia: Apa Penyebab dan Solusinya?
Riset Kesehatan Daerah (RISKESDAS) mengungkapkan bahwa sekitar 88 persen masyarakat Indonesia, setara dengan hampir 200 juta orang, mengalami karies atau gigi berlubang.
Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara menjaga kesehatan gigi menjadi faktor utama tingginya angka tersebut, menurut dokter gigi drg. Aswar Sandi.
Salah satu penyebab utama gigi berlubang adalah durasi menyikat gigi yang terlalu singkat. Drg. Aswar menekankan bahwa durasi ideal untuk menyikat gigi adalah dua menit, namun banyak orang yang menyikat gigi dalam waktu kurang dari satu menit.
Kesibukan aktivitas sehari-hari sering kali mengurangi perhatian terhadap kebersihan gigi di pagi hari, sehingga banyak orang terburu-buru saat menyikat gigi.
Akibatnya, bagian-bagian dari gigi menjadi tidak terjangkau oleh sikat gigi, memicu penumpukan plak dan karies.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Teknik menyikat gigi yang tidak tepat juga berkontribusi terhadap masalah gigi berlubang. Drg. Aswar menjelaskan bahwa menyikat gigi terlalu keras dapat menyebabkan abrasi pada enamel gigi.
Enamel sebagai lapisan pelindung terluar sangat penting bagi kesehatan gigi. Jika terkikis, gigi akan terlihat kuning dan lebih rentan terhadap kerusakan.
Ketidaktelitian dalam menyikat gigi, terutama di sela-sela, bisa mengakibatkan penumpukan lebih banyak bakteri dan akhirnya mengarah ke gigi berlubang.
Mencegah gigi berlubang membutuhkan komitmen terhadap kebersihan mulut yang baik. Drg. Aswar menyarankan menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan durasi yang cukup, yaitu sekitar satu hingga dua menit per kali.
Penggunaan benang floss juga dianjurkan untuk membersihkan sela-sela gigi yang sering terabaikan, diikuti dengan obat kumur untuk membunuh bakteri yang tersisa.
Dengan perawatan gigi yang konsisten, risiko gigi berlubang dan masalah kesehatan mulut lainnya dapat diminimalisir.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: