Menteri Keuangan Siap Bekukan Bea Cukai: Komitmen Perbaikan Dites
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan membekukan Bea Cukai jika tidak segera melakukan perbaikan. Ancaman tersebut diungkapkannya saat acara Rapimnas KADIN 2025, menarik perhatian banyak pihak.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama merespons ancaman ini dengan menegaskan komitmen pihaknya untuk meningkatkan kinerja dan menghilangkan citra buruk yang selama ini melekat.
Menteri Purbaya menegaskan pentingnya evaluasi yang mendalam terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Ia meminta waktu selama satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukkan adanya perbaikan.
Purbaya menegaskan, "Kalau memang nggak bisa perform ya kita bekukan, dan betul-betul beku. Artinya 16.000 pegawai Bea Cukai kita rumahkan," menekankan keseriusan dalam menangani masalah kinerja.
Pembekuan ini bukan hanya ancaman kosong, melainkan sebuah langkah nyata untuk memastikan bahwa DJBC berfungsi dengan baik. Purbaya ingin agar DJBC menunjukkan perbaikan signifikan dalam waktu yang ditentukan.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Djaka Budi Utama, selaku Dirjen Bea Cukai, memberikan tanggapan tegas terkait ancaman tersebut. "Ya, intinya bahwa itu adalah bentuk, apa namanya, koreksi. Bentuk koreksi dari Bea Cukai," ujarnya, menegaskan komitmen untuk berbenah.
Djaka juga mengingatkan akan sejarah kelam pembekuan Bea Cukai yang terjadi di era Presiden Soeharto. Ia menyatakan, "Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 1985-1995 itu, kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh Bea Cukai," menunjukkan keinginan untuk menghindari kesalahan yang sama.
Sebagai bagian dari rencana perbaikan, Djaka mencanangkan peningkatan budaya kerja di dalam instansi, serta memperkuat pengawasan di pelabuhan dan bandara.
Djaka menekankan bahwa peningkatan pelayanan kepada masyarakat menjadi fokus utama mereka. "Tentunya masyarakat ketika kita melakukan pelayanan kepada masyarakat ketika ada ketidakpuasan, ya sedikit demi sedikit kita akan berupaya untuk memperbaikinya," ungkapnya.
Dengan serangkaian perbaikan yang dijadwalkan, diharapkan citra negatif Bea Cukai dapat dihapuskan. Dia percaya bahwa keterbukaan dan responsivitas adalah kunci untuk membangun kembali kepercayaan publik.
Pihak Bea Cukai juga diharapkan memberikan edukasi dan informasi yang lebih tepat kepada masyarakat, agar semua proses yang dilakukan lebih transparan dan dapat dipahami oleh publik.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: