Mengenali Penipuan Berkedok Lowongan Kerja
Penipuan berkedok lowongan kerja semakin marak dan perlu diwaspadai oleh para pencari kerja. Banyak orang yang masih terjebak dalam berbagai modus penipuan ini, sehingga penting untuk tahu cara mengenalinya agar tidak menjadi korban.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Salah satu modus penipuan yang umum adalah tawaran kerja yang datang melalui email atau pesan singkat tanpa ada proses seleksi yang jelas. Penipu biasanya menjanjikan gaji yang tinggi dengan sedikit syarat.
Selain itu, ada juga penipuan yang mengharuskan pelamar membayar biaya tertentu untuk mendapatkan pekerjaan. Mereka sering kali mengaku ada biaya administrasi atau pelatihan yang harus dibayar terlebih dahulu.
Modus lain yang patut diwaspadai adalah penawaran pekerjaan dari perusahaan palsu. Penipu sering menggunakan nama perusahaan terkenal untuk menarik perhatian pelamar.
Ciri-ciri lowongan kerja palsu sering kali terlihat dari penawaran yang terlalu menggiurkan. Jika gaji yang ditawarkan jauh di atas rata-rata untuk posisi tersebut, bisa jadi itu adalah penipuan.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Perusahaan yang sah biasanya memiliki email resmi dengan domain mereka sendiri, bukan menggunakan layanan email gratis seperti Gmail atau Yahoo. Jika Anda menerima tawaran dari akun pribadi, tingkatkan kewaspadaan.
Selain itu, perhatikan juga tata bahasa dan penulisan iklan lowongan tersebut. Banyak iklan fiktif yang mengandung kesalahan ketik atau tidak profesional.
Sebelum melamar, selalu lakukan riset mengenai perusahaan tersebut. Cek apakah mereka memiliki website resmi dan citeran dari orang lain yang pernah bekerja di sana.
Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang tidak masuk akal. Ambil waktu berpikir dan jangan ragu untuk bertanya kepada orang lain tentang tawaran yang Anda terima.
Akhirnya, gunakan situs lowongan kerja terkemuka yang memiliki reputasi baik. Hindari mengakses tawaran yang tidak jelas sumbernya.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: