Kecepatan Penanganan Stroke Sangat Penting
Waktu menjadi elemen krusial dalam penanganan serangan stroke, di mana intervensi medis diperlukan dalam waktu 4,5 jam setelah gejala muncul.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Penundaan penanganan dapat memperburuk kerusakan jaringan otak dan mereduksi peluang pemulihan pasien.
Dokter spesialis syaraf, dr. Zicky Yombana Babeheer, Sp.N., AIFO-K., DAIFIDN., CPS, menegaskan, 'Kalau serangan stroke harus ngapain? Tidak usah bingung. Harus dibawa ke rumah sakit dalam waktu 4,5 jam paling baik.'
Pada fase awal ini, yang dikenal dengan sebutan golden period, pasien memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan penanganan medis efektif. Makin lama pasien dibiarkan tanpa tindakan, risiko kerusakan jaringan otak akan semakin meningkat.
Data dari Cleveland Clinic menunjukkan bahwa dalam waktu yang sama, jaringan otak yang kekurangan oksigen dapat diselamatkan melalui terapi medis, seperti tissue plasminogen activators (tPA).
Setelah batas waktu tersebut, efektivitas tPA menurun, dan risiko komplikasi seperti perdarahan otak dapat meningkat secara signifikan.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, baik karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan bagian otak tidak memperoleh oksigen serta nutrisi yang cukup.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Gejala stroke sering kali muncul tiba-tiba, bahkan saat seseorang menjalani aktivitas sehari-hari atau saat tidur. Dokter Zicky menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda awal stroke.
Perubahan tiba-tiba dalam kemampuan berbicara, gerakan, dan keseimbangan dapat menjadi indikator yang mencolok. 'Senyuman berubah, gerakan berubah, bicara berubah, kebas, pandangan yang rabun, sakit kepala yang hebat,' ungkapnya.
Kecepatan penanganan menjadi kunci dalam menentukan outcome pasien di rumah sakit. Setiap menit keterlambatan dapat menghilangkan sejumlah besar sel neuron di otak manusia.
Sayangnya, masih terdapat kesalahpahaman di masyarakat terkait penanganan awal serangan stroke. Banyak yang melakukan tindakan tradisional seperti menusuk jari atau memberikan minuman manis, yang tidak efektif.
Dr. Zicky mengingatkan bahwa tindakan tersebut bukanlah solusi. 'Jangan kelincahan, tusuk jari, kasih teh manis, kasih minyak-minyakan. Tidak usah. Langsung bawa ke rumah sakit,' tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: