BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 20:06 WIB

Penggunaan Air Galon Dalam Program Makan Bergizi Gratis untuk Tingkatkan Kualitas Gizi

Penggunaan Air Galon Dalam Program Makan Bergizi Gratis untuk Tingkatkan Kualitas GiziPenggunaan Air Galon Dalam Program Makan Bergizi Gratis untuk Tingkatkan Kualitas Gizi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, telah menginstruksikan semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memakai air mineral dalam kemasan galon pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan untuk mencegah masalah kualitas air yang dapat menyebabkan keracunan pangan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Nanik menekankan bahwa penggunaan air galon adalah solusi sementara hingga fasilitas pengelolaan air yang layak tersedia di seluruh SPPG. Ia berharap langkah ini dapat mengurangi risiko keracunan pada anak-anak.

Kewajiban Penggunaan Air Galon

Nanik S. Deyang menegaskan bahwa seluruh SPPG yang belum memiliki akses ke air berkualitas harus menggunakan air galon untuk memasak menu MBG. "Kami wajibkan sekarang harus memakai air galon pak, sementara sebelum mereka mempunyai air yang dipastikan mempunyai kualitas (yang baik)," ujarnya.

Keputusan ini diambil setelah adanya laporan mengenai sejumlah kasus keracunan yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Nanik menjelaskan bahwa 72 persen dari kasus tersebut disebabkan oleh masalah kualitas air yang digunakan dalam penyajian makanan.

Badan Gizi Nasional berfokus pada pentingnya kualitas air sebagai faktor krusial dalam proses penyediaan makanan bergizi. Penggunaan air galon bertujuan untuk mengurangi risiko dan memastikan keselamatan anak-anak yang menjadi sasaran program ini.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Kasus Keracunan dan Tantangan Sanitasi

Nanik menambahkan bahwa sanitasi di lingkungan sekitar SPPG juga menjadi salah satu penyebab keracunan. "Maka dari itu, ia menyebut hal ini akan menjadi bagian dari Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola MBG yang akan disahkan pada waktu mendatang," jelasnya.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya menyoroti bahwa program MBG menyumbang 46 persen dari total kasus keracunan pangan di Indonesia. Dia menggarisbawahi pentingnya membedakan kasus yang disebabkan oleh MBG dan yang berasal dari sumber lain.

"Perlu saya jelaskan juga bahwa kasus keracunan pangan di Indonesia, itu tidak hanya dari MBG," tegas Dadan, menekankan perlunya langkah pencegahan yang lebih efektif.

Langkah Selanjutnya untuk Meningkatkan Kualitas Gizi

Setelah keputusan penggunaan air galon, BGN megandalkan kebijakan ini untuk mencegah korban keracunan dalam program MBG. Mereka berharap langkah ini dapat menjadi transisi menuju fasilitas pengelolaan air yang lebih baik.

Kebijakan baru ini diharapkan akan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak untuk mendapatkan makanan bergizi. Kesadaran tentang pentingnya kualitas air dan sanitasi perlu ditingkatkan di kalangan SPPG dan masyarakat umum.

Komitmen BGN untuk meningkatkan kualitas gizi melalui program-program yang lebih baik akan terus dilakukan dan dipantau dengan ketat.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penggunaan Air Galon Dalam Program Makan Bergizi Gratis untuk Tingkatkan Kualitas Gizi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!