BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 13:47 WIB

Kesepakatan Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas: Memulai Hal Baru di Jalur Gaza

Kesepakatan Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas: Memulai Hal Baru di Jalur GazaKesepakatan Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas: Memulai Hal Baru di Jalur Gaza

Setelah dua tahun konflik yang menghancurkan Jalur Gaza, Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang bersejarah pada 13 Oktober 2025. Kesepakatan ini diiringi dengan penyerahan sisa sandera oleh Hamas sebagai bagian dari perjanjian damai yang difasilitasi oleh Amerika Serikat.

Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan

Proses Pembebasan Sandera

Menurut laporan militer Israel, seluruh 20 sandera yang masih hidup telah berhasil diserahkan oleh Hamas melalui Palang Merah. Ribuan warga Israel berkumpul di 'Hostage Square' di Tel Aviv untuk menyambut kepulangan para sandera, mengekspresikan kesedihan dan kebahagiaan secara bersamaan.

Viki Cohen, seorang ibu dari sandera, mengungkapkan kegembiraannya, "Saya sangat bahagia, sulit menggambarkan perasaan ini. Saya tidak tidur semalaman," saat menuju lokasi pemindahan di kamp militer Reim. Di sisi lain, warga Palestina juga mendapatkan kabar baik dengan dibebaskannya hampir 2.000 tahanan oleh Israel.

Um Ahmed, seorang warga Gaza, mengungkapkan kegembiraannya atas pembebasan anak-anak mereka, namun dengan menyatakan bahwa ‘hati kami masih sakit atas semua yang terbunuh dan kehancuran Gaza.’

Pertemuan Diplomatik dan Masa Depan Gaza

Setelah pengumuman pembebasan, Trump memimpin KTT di Sharm el-Sheikh, Mesir, bersama pemimpin dunia untuk membahas masa depan Gaza. Dalam pertemuan tersebut, Trump menandatangani dokumen bersama pemimpin negara-negara dari kawasan, menggarisbawahi komitmen untuk membangun perdamaian.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Trump menyatakan, "Sekarang saatnya membangun kembali," serta menyebut perjanjian Gaza sebagai ‘kesepakatan terbesar dari semuanya.’ Meskipun Hamas dan Israel tidak hadir, diskusi mengenai tata kelola dan rekonstruksi Gaza menjadi fokus utama.

Isu pemulihan politik di Gaza juga menjadi agenda, terutama terkait peran Otoritas Palestina dalam administrasi mendatang, meskipun Israel menunjukkan penolakan terhadap hal ini.

Dampak dan Tantangan Pasca Perang

Walau gencatan senjata telah disepakati, tantangan menuju perdamaian yang abadi masih panjang. Sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober 2023, pelanggaran hak asasi manusia terjadi dengan besar, mengakibatkan hampir 68.000 warga Palestina tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi.

Kini, saat warga Palestina berusaha kembali ke reruntuhan rumah mereka, organisasi kemanusiaan menghadapi tantangan besar dalam menyediakan bantuan darurat. Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, menekankan perlunya mempercepat penyaluran bantuan.

Selain itu, proses pemulihan jenazah 26 sandera yang diyakini tewas menjadi prioritas. Hamas menyatakan bahwa proses ini akan memakan waktu karena lokasi pemakaman tidak semuanya diketahui.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kesepakatan Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas: Memulai Hal Baru di Jalur Gaza

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!