Rekor Penjualan Kartu Pokemon Milik Logan Paul Capai Rp277 Miliar
Kartu Pokemon langka milik Logan Paul terjual seharga lebih dari 16,4 juta dolar AS, setara dengan sekitar Rp 277 miliar dalam lelang yang diselenggarakan oleh Goldin Auctions.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Penjualan ini tidak hanya memecahkan rekor sebagai kartu koleksi termahal yang pernah terjual di lelang publik, tetapi juga mempertegas nilai tinggi barang koleksi di pasar saat ini.
Kartu yang terjual adalah edisi langka bergambar Pikachu dengan skor PSA 10, menandakan kondisi kartu yang hampir sempurna.
Hanya ada 39 kartu sejenis yang diberikan sebagai hadiah dalam kontes menggambar yang diselenggarakan oleh majalah Jepang, CoroCoro Comic, pada tahun 1998.
Lelang berlangsung di New Jersey, sukses menyediakan panggung bagi kartu ini untuk menjadi salah satu ikon dalam dunia koleksi Pokemon.
Logan Paul sebelumnya membeli kartu ini pada tahun 2021 dengan harga 5,27 juta dolar AS dan sekarang memegang gelar Guinness World Record untuk 'kartu Pokemon termahal yang dijual dalam penjualan pribadi'.
Setelah lelang, Paul menyerahkan kartu tersebut beserta kalung berlian senilai 75 ribu dolar AS kepada pemenang lelang, AJ Scaramucci.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Ken Goldin, pendiri Goldin Auctions, menyatakan bahwa harga kartu tersebut telah melonjak sejak tahun 2021, menyebutkan, 'Saya tidak terkejut jika lot ini bernilai di atas 10 juta dolar AS.'
Reaksi kolektor di media sosial beragam, dengan banyak yang merayakan pencapaian Paul dalam dunia koleksi barang langka.
Penjualan ini membangkitkan diskusi tentang nilai investasi dari kartu koleksi dan potensi pertumbuhan nilai barang-barang serupa di masa depan.
Keberhasilan penjualan ini menandakan peningkatan minat terhadap kartu koleksi dan barang memorabilia, terutama yang berkaitan dengan budaya pop seperti Pokemon.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kolektor individu, tetapi juga oleh platform lelang yang berpotensi menghadirkan lebih banyak barang langka di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: