Kamis, 24 JULI 2025 • 04:29 WIB

Mantan Marinir Indonesia Ungkap Pengalaman Bergabung dengan Tentara Relawan Rusia

Author

Satria Arta Kumbara, mantan anggota Marinir TNI Angkatan Laut, menarik perhatian publik dengan pengakuannya tentang keinginannya untuk kembali ke Indonesia setelah bergabung sebagai tentara relawan di Rusia.

Dalam video viral, Satria menegaskan bahwa ia tidak mengetahui bahwa kontrak yang ditandatangani dengan Kementerian Pertahanan Rusia dapat berakibat pada pencabutan status kewarganegaraannya.

Rekrutan Tentara Asing untuk Rusia

Rusia telah merekrut ribuan tentara asing dari berbagai negara untuk berperang di Ukraina, termasuk di antaranya adalah negara-negara seperti Nepal, India, dan Somalia.

Sebagian besar rekrutan ini bukanlah prajurit profesional, melainkan pekerja migran yang dijanjikan gaji tinggi, izin tinggal, bahkan kemungkinan memperoleh kewarganegaraan Rusia dalam waktu singkat.

Gaji yang Dijanjikan

Gaji bagi tentara asing yang direkrut oleh Rusia berkisar antara US$2.000 hingga US$2.500 per bulan, yang setara dengan Rp32 juta hingga Rp40 juta, tergantung pada kontrak yang mereka tanda tangan.

Seorang warga Sri Lanka asal Walasmulla mengaku dijanjikan gaji sebesar US$2.300 per bulan dan menerima avans senilai US$2.000 saat baru bergabung dengan pasukan Rusia.

Kondisi Para Tentara Asing

Meskipun gaji yang ditawarkan cukup menarik, banyak tentara asing yang tidak mendapatkan pembayaran penuh dan terjebak dalam utang karena biaya perekrutan yang tinggi.

Pelatihan yang mereka jalani juga sangat singkat, berlangsung hanya sekitar dua minggu dan dilakukan dalam bahasa Rusia yang sulit dipahami oleh para tentara asing ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU