Batu Rosetta: Kunci Pemahaman Bahasa dan Peradaban Mesir Kuno
Batu Rosetta, ditemukan pada tahun 1799, menjadi artefak penting dalam memahami sistem tulisan Mesir Kuno.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Artefak ini tidak hanya memuat berbagai macam teks, tetapi juga menggambarkan kebudayaan dan peradaban Mesir pada masa lampau.
Batu Rosetta pertama kali ditemukan oleh tentara Prancis dalam kampanye militer Napoleon di Mesir. Artefak ini didapat saat renovasi sebuah benteng di dekat kota Rashid (Rosetta).
Setelah penemuan, Batu Rosetta dibawa ke Eropa dan menjadi objek studi kunci dalam bahasa kuno, berkat terjemahan yang tertera dalam tiga bahasa: Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan demotik.
Tiga bahasa ini memungkinkan para ahli bahasa untuk memecahkan kode tulisan hieroglif Mesir Kuno, yang sebelumnya belum dipahami.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Batu Rosetta memuat pengumuman yang memuji farao Mesir, Ptolemaios V, dan mencantumkan pencapaiannya. Teks yang ditulis dalam bahasa Yunani, dikenal lebih luas, memudahkan ilmuwan untuk memahami isi hieroglif.
Jean-François Champollion, seorang linguistik Prancis, berhasil memecahkan hieroglif dengan mengacu pada teks Yunani tersebut. Pada tahun 1822, ia mengumumkan bahwa tulisan hieroglif adalah simbol dan alegori, bukan hanya huruf.
Kemajuan ini tidak hanya penting dalam bidang linguistik tetapi juga membuka kembali wawasan sejarah dan budaya Mesir Kuno yang sebelumnya diabaikan.
Dampak Batu Rosetta pada studi bahasa sangat signifikan, menandai hasil awal dalam pemahaman bahasa kuno. Pemecahan kode ini menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut tentang peradaban yang menggunakannya.
Batu ini juga mendorong minat lebih besar dalam arkeologi dan penelitian tentang Mesir Kuno. Sejak saat itu, banyak ekspedisi dilakukan untuk menemukan artefak dan tulisan kuno lainnya.
Meskipun Batu Rosetta saat ini dapat dilihat di British Museum, pengaruhnya dalam linguistik dan arkeologi terus memberi inspirasi pada generasi peneliti hingga kini.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: