Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang lautan yang berada di bawah permukaan Bumi, diperkirakan lebih luas daripada Samudra Pasifik.
Temuan ini tidak hanya memperkaya wawasan tentang komposisi planet kita, tetapi juga mengubah cara pandang kita terhadap keberadaan air di dalam Bumi.
Sebagian besar air yang kita kenal hingga kini diperkirakan berada di lautan yang terlihat di permukaan. Namun, para ilmuwan menemukan bahwa terdapat jumlah besar air yang tersimpan di dalam kerak Bumi, khususnya dalam bentuk mineral yang mengandung air.
Fenomena ini disebut sebagai ‘lautan dalam’, yang terperangkap dalam batuan mantel Bumi. Penelitian menunjukkan adanya reservoir besar yang sebelumnya belum dikenal, menggambarkan ‘lautan’ yang berada jauh di bawah permukaan.
Tim peneliti menerapkan teknik geofisika dan model komputer untuk menganalisis struktur dalam Bumi. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap berbagai jenis mineral yang dapat menyerap dan menyimpan air, yang umumnya berada di lapisan yang sangat dalam.
Salah satu penemuan utama adalah jenis mineral bernama ringwoodite, yang diketahui memiliki kapasitas untuk menyimpan air hingga 1,5% dari volumenya. Data ini mengarahkan para ilmuwan untuk lebih memperkirakan keberadaan air di dalam struktur geologi Bumi.
Dengan fakta bahwa lautan dalam Bumi lebih luas daripada Samudra Pasifik, impikasi besar terhampar pada pemahaman kita tentang siklus air global. Temuan ini menunjukkan bahwa Bumi menyimpan lebih banyak air daripada yang diperkirakan sebelumnya bahkan di dalam lapisan geologis.
Kefahaman yang semakin jelas mengenai keberadaan air dalam struktur Bumi ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut, yang dapat menjelaskan proses geologi dan potensi sumber daya air di masa yang akan datang, yang bisa sangat bernilai bagi umat manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: