Selasa, 03 MARET 2026 • 11:00 WIB

Transformasi Pekerja di Era Kecerdasan Buatan: Peluang atau Ancaman?

Author

Transformasi Pekerja di Era Kecerdasan Buatan: Peluang atau Ancaman?

Diskusi mengenai kecerdasan buatan (AI) kian memanas, khususnya terkait dampaknya terhadap dunia kerja. PT Telkom Indonesia Tbk menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap perubahan yang terjadi.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang

Komang Budi Aryasa, Executive General Manager Digital Product Telkom, berpandangan bahwa meskipun beberapa pekerjaan berpotensi tergantikan, AI dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja yang baru.

Pergeseran Kompetensi dalam Era AI

Komang Budi Aryasa menunjukkan bahwa pandangan bahwa AI sepenuhnya menggantikan manusia adalah simplistis. Lebih tepatnya, perubahan ini menjurus pada pergeseran kompetensi yang diperlukan di pasar tenaga kerja.

Ia mencatat, individu yang tidak bersedia beradaptasi dengan teknologi AI berisiko tinggi. 'Orang yang akan terdistrupsi adalah orang yang tidak menguasai AI,' ujarnya, menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan.

Inisiatif untuk meningkatkan kemampuan teknis menjadi sangat diperlukan, agar tenaga kerja tetap relevan dengan perkembangan yang ada.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Peluang Baru di Tengah Disrupsi

Telkom mendorong dalam konteks ekonomi yang berkembang, agar masyarakat dan profesional aktif belajar menggunakan teknologi AI. Komang menyatakan, 'Kita harus belajar meningkatkan kapabilitas kita terhadap tools-tools AI yang ada.'

Dia menekankan pentingnya adaptasi, terutama di bidang yang sudah bertransformasi. Profesi seperti jurnalis, misalnya, perlu beradaptasi untuk tetap bersaing.

Contoh konkret di sektor jurnalisme, para jurnalis harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaan mereka demi mempertahankan relevansi.

Pekerjaan Repetitif dan Otomatisasi

Komang mengakui adanya otomasi di sektor pekerjaan yang repetitif, yang sudah berlangsung lama, terutama dalam industri manufaktur. 'Pekerjaan-pekerjaan yang repeat ya, berulang, digantikan oleh AI,' katanya sembari menunjukkan kenyataan di lapangan.

Perubahan ini menunjukkan kebutuhan akan shift fungsi kerja ke peran yang lebih strategis dan inovatif. oleh karena itu, keahlian dalam teknologi diperlukan untuk berkontribusi di sektor yang lebih maju.

Ke depan, kemampuan untuk menguasai alat AI tidak hanya akan menjawab tantangan, tetapi juga membuka kesempatan baru di dunia kerja yang belum ada sebelumnya.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU