Startup kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, tengah menjadi sorotan setelah munculnya dugaan bahwa mereka menggunakan teknologi chip terbaru dari Nvidia Blackwell dalam pengembangan model AI mereka.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Pemerintah AS menganggap tindakan ini berpotensi melanggar regulasi pengendalian ekspor, yang menandakan semakin dalamnya ketegangan antara dua raksasa teknologi.
Dugaan Pelanggaran Pengendalian Ekspor
Menurut laporan yang dirilis oleh Reuters, seorang pejabat senior di pemerintahan AS mengungkapkan bahwa penggunaan chip Nvidia Blackwell oleh DeepSeek dianggap melanggar peraturan pengendalian ekspor teknologi ke China.
Pejabat tersebut menyebutkan bahwa DeepSeek berpotensi mengelabui deteksi mengenai asal chip tersebut dan mencurigai bahwa chip ini terletak di pusat data perusahaan di Mongolia Dalam.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Reaksi dari Berbagai Pihak
Dalam perkembangan terbaru, Nvidia memilih untuk tidak memberikan komentar mengenai masalah ini. Sementara itu, Departemen Perdagangan AS dan DeepSeek juga belum memberikan tanggapan resmi terhadap isu yang berkembang.
Sebagai tanggapan, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa pemerintah China tidak memiliki kewenangan untuk mengelola kasus ini dan menolak tindakan kontrol ekspor yang dinilai terlalu ketat.
Implikasi bagi Hubungan AS-China
Kasus ini mengindikasikan adanya potensi perpecahan yang lebih dalam di kalangan pembuat kebijakan di AS, yang kini dihadapkan pada tantangan untuk membatasi akses China terhadap semikonduktor AI.
Chris McGuire, mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional, mengemukakan bahwa pengiriman chip ke China bisa menghadirkan risiko baru bagi keamanan nasional AS.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: