OpenAI baru saja meluncurkan fitur baru di ChatGPT yang bertujuan untuk memprediksi usia pengguna. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu melindungi anak dan remaja dari konten yang tidak sesuai.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Fitur ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak kecerdasan buatan terhadap generasi muda. Dengan adanya sistem ini, OpenAI berupaya untuk menerapkan pembatasan yang lebih ketat bagi pengguna di bawah 18 tahun.
Inisiatif Perlindungan Pengguna Muda
Dalam pengumumannya, OpenAI menjelaskan bahwa fitur 'age prediction' dirancang untuk mengenali pengguna berusia di bawah 18 tahun. Ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menanggapi kritik dan kekhawatiran mengenai perlindungan pengguna muda.
Ada laporan yang menyebutkan keterkaitan antara interaksi anak-anak dengan ChatGPT dan kasus bunuh diri di kalangan remaja. Hal ini menyoroti pentingnya perlunya langkah-langkah preventif untuk menjaga keselamatan mental generasi muda.
Selain itu, kontroversi muncul ketika OpenAI mendapatkan kritik atas kemampuannya menyediakan konten yang berpotensi berbahaya, termasuk diskusi bertema seksual dengan pengguna muda. Ini menunjukkan urgensi dalam pengembangan fitur yang dapat mengurangi risiko tersebut.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Penggunaan Algoritma AI dalam Prediksi Usia
OpenAI menyatakan bahwa sistem prediksi usia menggunakan algoritma AI untuk menilai berbagai sinyal perilaku pengguna. Sinyal ini termasuk informasi usia yang diberikan pengguna, lamanya akun terdaftar, dan pola penggunaan akun.
Jika sistem mendeteksi bahwa akun kemungkinan dimiliki oleh pengguna di bawah umur, maka akan diterapkan filter konten otomatis. Filter ini meliputi penyaringan terhadap topik sensitif seperti seks dan kekerasan, yang kurang pantas untuk anak dan remaja.
Strategi ini merupakan usaha keras OpenAI dalam memastikan bahwa konten yang diakses oleh pengguna muda sesuai dengan batasan usia mereka.
Mekanisme Koreksi dan Verifikasi Identitas
Untuk menangani potensi kesalahan dalam sistem, OpenAI telah menyiapkan mekanisme yang memungkinkan pengguna untuk mengoreksi status mereka jika salah teridentifikasi. Pengguna dewasa yang terdeteksi sebagai di bawah umur dapat mengajukan verifikasi identitas.
Proses verifikasi ini melibatkan pengiriman swafoto (selfie) melalui mitra verifikasi identitas OpenAI, yaitu Persona. Langkah ini bertujuan untuk memberikan perlindungan lebih lanjut dan mencegah kesalahan identifikasi yang dapat merugikan pengguna.
Dengan mekanisme ini, OpenAI berupaya untuk memberikan pengalaman yang aman dan sesuai bagi semua penggunanya, sekaligus mempertahankan integritas sistem.
Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: