Meta, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, kini beralih fokus dari metaverse ke pengembangan kecerdasan buatan (AI) setelah mengumumkan pengurangan signifikan dalam divisi Reality Labs.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Keputusan ini menyusul pemutusan hubungan kerja lebih dari 1.000 karyawan, menjadikan investasi dalam AI sebagai prioritas utama perusahaan ke depan.
Pemangkasan dan Perubahan Fokus di Meta
Meta telah memberhentikan sejumlah besar pegawai dalam divisi Virtual Reality (VR) dan menutup beberapa studio pengembangan. Langkah ini diperkirakan akan berdampak pada lebih dari 10% dari divisi hardware perusahaan, yang membuat produk headset VR Quest dan platform Horizon Worlds.
Keputusan ini merupakan bagian dari strategi baru CEO Mark Zuckerberg, yang menyoroti perlunya restrukturisasi proyek-proyek yang tidak memenuhi harapan. "Kami menyadari pentingnya merestrukturisasi pendekatan kami terhadap teknologi baru," ungkap Zuckerberg dalam pernyataannya.
Perusahaan juga mengalihkan anggaran dan sumber daya dari VR untuk mendukung pengembangan perangkat wearable dan kacamata AI. Hal ini mencerminkan pergeseran dari teknologi ambisius ke solusi yang lebih praktis.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Investasi pada Kecerdasan Buatan
Dengan fokus yang berkurang pada metaverse, Meta meningkatkan investasinya di kecerdasan buatan, menggelontorkan dana sebesar USD 14,3 miliar tahun lalu untuk menarik talenta terbaik di bidang ini. Pendiri Scale AI, Alexandr Wang, kini memimpin strategi AI di Meta.
Zuckerberg juga menekankan pentingnya investasi ini untuk pertumbuhan perusahaan di masa depan. "Kami percaya bahwa investasi dalam kecerdasan buatan akan menjadi kunci untuk pertumbuhan kami di masa depan," ujarnya.
Meta menjadwalkan peluncuran model AI terbaru bernama kode Avocado pada kuartal pertama tahun ini, sebagai bagian dari upaya untuk bersaing dengan pemain besar seperti OpenAI dan Google.
Masa Depan VR dan Kemitraan Strategis
Meskipun mengurangi ambisi metaverse, Meta tetap mempertahankan beberapa aspek VR. Perusahaan berupaya menarik pengembang game dari platform lain seperti Roblox untuk menciptakan pengalaman menarik di Horizon Worlds.
"Kita bisa belajar dari perkembangan dan penerimaan platform lain untuk membangun Horizon Worlds yang lebih kuat," ungkap Ben Hatton, analis CCS Insight.
Berita terbaru juga mengindikasikan bahwa aplikasi kebugaran VR, Supernatural, akan dipindahkan ke mode pemeliharaan dengan tim yang sangat kecil, menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, Meta tidak sepenuhnya meninggalkan ruang VR.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: