Google mengambil langkah tegas dengan membatasi penggunaan fitur AI Overviews pada pencarian kesehatan setelah laporan investigasi The Guardian mengungkap potensi informasi menyesatkan.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran mengenai akurasi data yang diterima oleh pengguna saat mencari informasi kesehatan.
Konteks Penggunaan AI dalam Pencarian Kesehatan
Investigasi oleh The Guardian menunjukkan bahwa saat pengguna menelusuri informasi seperti 'berapa rentang normal tes darah hati?', hasil pencarian yang ditampilkan oleh Google tidak mengakomodasi sejumlah faktor penting.
Faktor-faktor tersebut termasuk usia, jenis kelamin, etnis, dan kebangsaan, yang semuanya dapat memengaruhi interpretasi hasil tes.
Kurangnya konteks ini dapat menyebabkan kebingungan bagi pengguna, menambah risiko kesalahpahaman terkait kondisi kesehatan mereka.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Langkah Google Menanggapi Investigasi
Setelah temuan tersebut, Google memutuskan untuk menghapus ringkasan AI untuk pencarian terkait kesehatan, meskipun tidak mengonfirmasi kapan tepatnya perubahan tersebut terjadi.
Meski demikian, beberapa kueri lain, seperti 'lft reference range/rentang normal tes fungsi hati', masih menampilkan ringkasan AI.
Google terus menyediakan opsi bagi pengguna dalam pertanyaan kesehatan lainnya melalui fitur AI Mode, meskipun ada kritik mengenai konsistensinya.
Reaksi dari Pihak Terkait
Vanessa Hebditch, Direktur komunikasi dan kebijakan British Liver Trust, menyatakan bahwa meski penghapusan ringkasan AI dipandang positif, itu tidak secara menyeluruh menyelesaikan masalah yang ada.
'Kekhawatiran utama kami adalah bahwa ini hanya mematikan ringkasan AI pada satu hasil pencarian, tanpa benar-benar mengatasi persoalan yang lebih besar mengenai penggunaan AI Overviews untuk informasi kesehatan,' tegasnya.
Di sisi lain, juru bicara Google menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan perbaikan menyeluruh terhadap layanan AI mereka untuk memastikan bahwa informasi yang disajikan lebih akurat dan relevan.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: