Rabu, 07 JANUARI 2026 • 19:15 WIB

Kekhawatiran Global Terhadap DeepSeek: Mengapa Beberapa Negara Melarang Aplikasi Ini?

Author

Kekhawatiran Global Terhadap DeepSeek: Mengapa Beberapa Negara Melarang Aplikasi Ini?

DeepSeek, sebuah startup kecerdasan buatan asal China, sedang menghadapi larangan dari beberapa negara karena isu privasi data yang serius.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Kebijakan privasi yang mengharuskan penyimpanan data di server China telah memicu ketidakpastian terkait keamanan data pengguna baik di dalam negeri maupun secara internasional.

Respons Global Terhadap DeepSeek

Beberapa negara, seperti Australia dan Republik Ceko, telah melarang penggunaan DeepSeek dalam institusi pemerintah karena dianggap berbahaya bagi keamanan nasional. Kebijakan ini muncul sebagai reaksi terhadap kebijakan privasi yang mewajibkan penyimpanan data pengguna di server China.

Australia mengimplementasikan larangan tersebut pada awal Februari, mencakup seluruh perangkat pemerintah sebagai langkah untuk melindungi data sensitif dari potensi ancaman yang ditimbulkan oleh aplikasi ini. Pemerintah Ceko pun mengambil langkah serupa untuk mencegah penggunaan layanan DeepSeek di lingkungan administrasi publik.

Di Prancis, badan pengawas privasi mengumumkan akan memanggil perwakilan DeepSeek untuk memberikan penjelasan mengenai cara kerja sistem AI mereka dan risiko yang mungkin ada bagi pengguna. Hal ini menunjukkan upaya preventif yang serius dalam menangani dampak yang dapat ditimbulkan.

Di Jerman, otoritas meminta Apple dan Google untuk menghapus aplikasi DeepSeek dari toko aplikasi mereka, mengingat meningkatnya keprihatinan tentang praktik pengumpulan data yang tidak transparan.

Larangan dan Investigasi oleh Negara-Negara Lain

Kementerian Keuangan India juga menanggapi situasi ini dengan mengeluarkan instruksi tegas kepada pegawainya untuk tidak menggunakan DeepSeek dan alat AI lain dalam urusan resmi. Ini bertujuan menjaga kerahasiaan dokumen pemerintah yang sensitif.

Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer

Italia turut melakukan investigasi terhadap praktik pengumpulan data oleh DeepSeek. Meskipun kasus ini ditutup setelah mendapatkan komitmen dari perusahaan, insiden pemblokiran aplikasi ini pada Januari 2025 karena kekurangan informasi menunjukkan tindakan Eropa yang berhati-hati.

Badan pengawas privasi di Belanda juga mengeluarkan pernyataan untuk mendesak pengguna berhati-hati saat menggunakan aplikasi ini. Larangan untuk pegawai negeri menjadi salah satu strategi utama dalam memastikan keamanan data dan kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

Sementara itu, Korea Selatan menghentikan unduhan aplikasi DeepSeek karena ketidakpatuhan terhadap peraturan perlindungan data. Meskipun awalnya memblokir akses pegawai, layanan kemudian dibuka kembali setelah dinyatakan sesuai.

Sikap Amerika Serikat Terhadap DeepSeek

Di Amerika Serikat, DeepSeek juga menjadi perhatian serius. Pada bulan April, pemerintahan Trump mempertimbangkan sanksi yang akan membatasi akses perusahaan tersebut terhadap teknologi AS.

Pada bulan Desember, beberapa anggota parlemen menulis surat ke Menteri Pertahanan meminta agar DeepSeek masuk daftar entitas yang dianggap mendukung militer China. Ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara AS dan China dalam konteks keamanan teknologi.

Setahun kemudian, tujuh senator Republik meminta Departemen Perdagangan untuk meneliti masalah keamanan data yang terkait dengan model AI seperti DeepSeek. Seiring dengan itu, perhatian besar diberikan kepada teknologi asing yang dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional.

Langkah-langkah ini merefleksikan upaya yang lebih luas untuk mengatur dan mengontrol penggunaan teknologi dari China yang seringkali menjadi sumber kontroversi di tingkat global.

Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU