PT Telemedia Komunikasi Pratama dan PT Eka Mas Republik berhasil memenangkan pita frekuensi 1,4 GHz, bertujuan untuk menyediakan layanan internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Dengan target penetrasi internet berbasis fiber to the home (FTTH) dan fixed wireless access (FWA) mencapai 30% pada 2026, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di seluruh Indonesia.
Kewajiban Pemenang Lelang
PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk., dan PT Eka Mas Republik diamanatkan untuk menghadirkan layanan internet terjangkau dengan sasaran puluhan juta masyarakat.
Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menekankan bahwa penyedia layanan wajib menawarkan harga bulanan yang terjangkau, khususnya bagi kelompok menengah ke bawah.
Diperkirakan, 34,5 juta rumah tangga, termasuk 2,8 juta di segmen low-income, menjadi fokus utama perluasan akses ini.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Target Penetrasi Internet
Pemerintah berambisi agar 30% rumah tangga di Indonesia dapat terhubung dengan internet pada tahun 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa koneksi internet yang stabil adalah pondasi bagi pembelajaran digital dan pengembangan UMKM di seluruh tanah air.
Dengan kecepatan hingga 100 Mbps, akses internet yang lebih terjangkau diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat untuk mengakses pendidikan serta sumber daya digital lainnya.
Dampak dan Perkembangan Jaringan
Lelang pita frekuensi 1,4 GHz bertujuan memastikan konektivitas yang lebih baik di wilayah perumahan.
Kementerian Komunikasi dan Digital telah berkomitmen untuk membangun 20 juta koneksi internet rumah dan juga merencanakan lelang frekuensi 2,6 GHz guna mendukung perkembangan jaringan 5G di Indonesia.
Meskipun efek dari pembangunan jaringan ini tidak akan segera terasa, hasil nyata diharapkan dapat terlihat pada tahun 2026 mendatang.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: