Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 14:46 WIB

Kenaikan Permintaan Hardware Wallet di Tengah Ancaman Keamanan Aset Kripto

Author

Kenaikan Permintaan Hardware Wallet di Tengah Ancaman Keamanan Aset Kripto

Peretasan besar-besaran dalam dunia aset kripto telah mendorong meningkatnya permintaan untuk perangkat penyimpanan offline, atau yang dikenal sebagai hardware wallet.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

Investor kini lebih memilih menyimpan aset digital mereka dalam dompet yang lebih aman untuk menghindari risiko kehilangan.

Kenaikan Permintaan Hardware Wallet

Perusahaan keamanan digital Ledger, berbasis di Prancis, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi salah satu tahun tersibuk sejak didirikan pada 2014. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran pengguna untuk menjaga keamanan aset kripto mereka dengan menyimpannya secara offline.

CEO Ledger, Pascal Gauthier, menjelaskan, "Kita sedang hidup di era di mana semua bisa diretas, rekening bank, data pribadi, hingga dompet kripto. Dan situasinya tidak akan membaik tahun depan."

Pendapatan perusahaan tercatat mencapai ratusan juta dollar AS pada tahun ini, seiring dengan banyaknya kasus peretasan yang menyerang berbagai platform kripto. Riset dari Chainalysis menunjukkan bahwa nilai aset kripto yang dicuri pada paruh pertama 2025 mencapai 2,2 miliar dollar AS.

Tidak hanya bursa besar yang menjadi target, tetapi sekitar 25% insiden peretasan tahun ini juga menargetkan dompet pribadi individu. Fenomena ini mencerminkan kerentanan yang terjadi di berbagai tingkat.

Aktivitas Kripto yang Meningkat dan Tantangan Keamanan

Lonjakan harga Bitcoin, didorong oleh dukungan pemerintah AS terhadap kripto, ternyata juga diimbangi dengan peningkatan signifikan dalam kejahatan siber. Salah satu kasus besar terjadi pada Februari 2025, ketika peretas yang diduga berasal dari Korea Utara mencuri 1,5 miliar dollar AS dari bursa Bybit.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Ari Redbord, Kepala Kebijakan Global TRM Labs, menyatakan bahwa kita tengah menyaksikan, "tahun dengan rekor tertinggi untuk aktivitas kripto yang sah sekaligus aktivitas ilegalnya."

Permintaan untuk perangkat penyimpanan seperti Ledger juga melonjak menjelang musim belanja Black Friday dan Natal, di mana penjualan umumnya meningkat. Saat ini, Ledger mengelola sekitar 100 miliar dollar AS aset kripto milik pelanggan, yang mencerminkan pentingnya keamanan bagi pengguna kripto.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengguna semakin menyadari pentingnya solusi penyimpanan yang aman bagi aset digital mereka.

Meningkatnya Ancaman Kejahatan Fisik dan Digital

Risiko keamanan di dunia kripto tidak hanya terbatas pada aspek digital. Kenaikan harga aset kripto juga memicu lonjakan kejahatan fisik, termasuk penculikan individu yang memiliki aset digital bernilai tinggi.

Salah satu insiden mencolok melibatkan pendiri Ledger yang diculik oleh pelaku yang menuntut tebusan dalam bentuk kripto. Kasus ini berakhir dengan penangkapan pelaku dan pembekuan dana tebusan.

Chainalysis memperingatkan potensi peningkatan serangan opportunistik, baik di ranah digital maupun fisik, terhadap individu yang teridentifikasi memiliki kekayaan dalam bentuk aset kripto.

Dengan ancaman yang meningkat, permintaan untuk perangkat keamanan seperti cold storage wallet dari perusahaan lain, seperti Trezor dan Tangem, juga mengalami lonjakan.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU