Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 23:52 WIB

Perbedaan Generasi dalam Menggunakan Kecerdasan Buatan Menurut Studi Kantar

Author

Perbedaan Generasi dalam Menggunakan Kecerdasan Buatan Menurut Studi Kantar

Studi terbaru dari firma riset Kantar menemukan perbedaan signifikan dalam cara Generasi Z, Milenial, dan Baby Boomer memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Gen Z memilih menggunakan AI untuk tujuan kreativitas, sementara Milenial dan Gen X lebih fokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Dalam laporan tersebut terungkap bahwa 74 persen Gen Z memanfaatkan AI untuk mengekspresikan diri dan personal branding, sedangkan 80 persen Milenial dan Gen X memandang AI sebagai alat untuk mendukung tugas pekerjaan mereka.

Pendekatan Berbeda Antar Generasi Terhadap AI

Studi dari Kantar menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki pendekatan yang berbeda terhadap AI meskipun tujuannya serupa, yaitu mencari efisiensi dan hasil yang lebih baik. Ummu Hani, Director Kantar Indonesia, menyatakan bahwa 'setiap generasi memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap AI, namun tujuannya serupa: mencari efisiensi, kemudahan, dan hasil yang lebih baik.'

Menurut hasil penelitian, 59 persen responden di Indonesia telah menggunakan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi indikator bahwa adopsi teknologi AI semakin meluas di kalangan masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, perbedaan ini juga terlihat bagaimana masing-masing generasi memprioritaskan tujuan penggunaan AI. Generasi yang lebih muda lebih cenderung bereksperimen dengan alat kreatif yang ditawarkan oleh teknologi ini.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Fungsi AI dalam Kehidupan Milenial dan Gen X

Bagi Milenial dan Gen X, AI memainkan peran sebagai alat yang mendukung aktivitas pekerjaan. Sebanyak 80 persen dari mereka menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan sehari-hari.

Ketersediaan fitur multitasking pada perangkat seperti Galaxy Z Fold7 memungkinkan pengguna membuka hingga tiga aplikasi sekaligus. Ini sejalan dengan temuan Kantar yang menyebutkan bahwa 62 persen pengguna memanfaatkan AI untuk merangkum konten atau laporan dengan lebih cepat.

Penggunaan AI untuk mempermudah rutinitas kerja juga mencerminkan kebutuhan generasi ini yang mengutamakan produktivitas dan efektifitas dalam berbagai pekerjaan.

Inovasi Teknologi untuk Kreasi Dalam Era Digital

Samsung, sebagai salah satu pemimpin dalam industri teknologi, baru-baru ini meluncurkan perangkat Galaxy Z Flip7 dan Galaxy Z Fold7 yang ditunjang dengan kecerdasan buatan untuk memenuhi kebutuhan berbagai generasi. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan, 'Inilah wujud nyata dari visi kami, menghadirkan teknologi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga benar-benar adaptif.'

Fitur inovatif seperti Gemini Live di Galaxy Z Flip7 menawarkan akses cepat ke AI sebelum pengguna membuka ponsel mereka. Dengan fungsi ini, 75 persen pengguna diharapkan dapat meningkatkan kualitas konten kreatif yang mereka hasilkan.

Inovasi semacam ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat beradaptasi dengan kebutuhan generasi yang berbeda, menciptakan peluang baru di era digital.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU