Rumor tentang Tesla Pi Phone kembali mencuat dengan klaim dapat terhubung ke internet tanpa kartu SIM, mengandalkan jaringan satelit Starlink milik SpaceX.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Walau Elon Musk menyatakan tidak ada rencana untuk memproduksi perangkat ini, pintu untuk kemungkinan di masa depan tetap terbuka.
Rumor Tesla Pi Phone Sempat Menghebohkan
Unggahan di media sosial oleh akun Facebook Trend Fuel pada 23 September lalu memunculkan gambar Elon Musk membawa perangkat yang diklaim sebagai Tesla Pi Phone.
Dalam unggahan tersebut, ponsel tersebut disebut seharga US$789 dan diklaim bisa langsung terhubung ke internet dengan layanan Starlink.
Kabar ini segera menyebar luas dan menarik perhatian publik tentang langkah Elon Musk selanjutnya, terutama setelah kesuksesan mobil listrik dan inovasi luar angkasa.
Namun, klaim tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan masih dianggap spekulatif.
Pernyataan Elon Musk dan Fakta Teknologi Starlink
Dalam wawancara di program The Joe Rogan Experience, Elon Musk secara tegas mengungkapkan bahwa perusahaannya tidak sedang mengembangkan ponsel, "Tidak, kami tidak sedang membuat ponsel."
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Musk juga menambahkan bahwa meskipun saat ini tidak ada rencana, ia mungkin akan mempertimbangkan untuk membuat ponsel di masa mendatang, terutama jika ada hambatan dari perusahaan teknologi lain seperti Apple atau Google terkait aplikasi Tesla dan layanan Starlink.
Pernyataan ini menjadi klarifikasi penting di tengah hiruk-pikuk rumor yang beredar di media sosial.
Musk terus berfokus pada proyek lain yang sama ambisiusnya, sambil membuka kemungkinan kolaborasi di masa depan.
Perkembangan dan Potensi Teknologi Jaringan Satelit
Starlink, layanan internet berbasis satelit yang dikelola oleh SpaceX, telah melakukan akuisisi spektrum nirkabel milik EchoStar dengan nilai mencapai US$17 miliar pada 8 September lalu.
Langkah ini merupakan upaya untuk memperluas cakupan layanan internet yang bisa langsung diakses oleh perangkat tanpa tambahan alat lainnya.
Gwynne Shotwell, Presiden SpaceX, mengungkap bahwa lebih dari 600 satelit telah mengorbit dan siap untuk pengujian teknologi yang kompatibel, "Lebih dari 600 satelit sudah mengorbit, dan pengujiannya dijadwalkan dimulai pada akhir 2026."
Ini menunjukkan potensi besar bagi Starlink untuk merevolusi cara akses internet di seluruh dunia.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: