Selasa, 17 JUNI 2025 • 03:44 WIB

Fenomena Langka Super Blue Blood Moon Memukau Pengamat Astronomi

Author

Generated by Journalist AI

Peristiwa astronomi yang terjadi sekali dalam satu abad, super blue blood moon pada 31 Januari 2018, berhasil menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia.

Fenomena ini merupakan gabungan tiga kejadian bulan langka, yaitu supermoon, blue moon, dan blood moon, yang menciptakan momen luar biasa untuk disaksikan.

Supermoon: Bulan Terdekat dengan Bumi

Supermoon terjadi ketika Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi, yang dikenal sebagai perigee. Pada posisi ini, ukuran Bulan terlihat sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan dengan ukuran biasa.

Ketika mengamati fenomena ini dengan mata telanjang, ukuran dan kecerahan Bulan tampak lebih mencolok dibandingkan dengan purnama biasa. Hal ini menjadikan supermoon sebagai salah satu daya tarik dalam momen super blue blood moon.

Blue Moon: Purnama Kedua dalam Sebulan

Peristiwa blue moon tidak berarti Bulan berubah menjadi biru, melainkan merujuk pada fenomena ketika dua purnama muncul dalam satu bulan kalender, yang merupakan hal yang sangat langka. Siklus purnama berlangsung sekitar 29,5 hari, sehingga munculnya dua purnama dalam satu bulan hanya terjadi sekali dalam beberapa tahun.

Blood Moon: Gerhana Bulan Merah

Fenomena blood moon adalah gerhana bulan total, di mana posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Ketika gerhana berlangsung, Bulan tidak menghilang melainkan terlihat berwarna merah tua.

Warna kemerahan tersebut disebabkan oleh cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi, di mana cahaya biru disaring dan cahaya merah diteruskan. Ini yang membuat permukaan Bulan terlihat bercahaya seperti darah.

Gerhana Bulan Total Terlama di Abad ke-21

Selain fenomena super blue blood moon, terdapat juga gerhana bulan total yang mencatatkan rekor durasi. Contohnya, gerhana bulan yang terjadi pada 28 Juli 2018, berfungsi sebagai catatan astronomi dengan durasi total hingga enam jam 17 menit.

Fase totalitas pada saat itu mencapai 103 menit, menjadikannya sebagai gerhana bulan terlama sepanjang abad ke-21. Ini baru akan terulang pada 9 Juni 2123 dengan durasi yang sedikit lebih lama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU