Selasa, 22 JULI 2025 • 01:52 WIB

Dampak Perkembangan AI Terhadap Dunia Kerja: Perspektif dari CEO Preplexity

Author

Perkembangan sistem kecerdasan buatan (AI) berpotensi mengancam keberadaan banyak profesi di masa depan. CEO Preplexity, Aravind Srinivas, memperingatkan bahwa beberapa pekerjaan akan hilang lebih cepat dari perkiraan dalam konteks ini.

Srinivas menjelaskan tentang browser berbasis AI yang sedang dikembangkan, yaitu Comet, yang bertujuan menjadi agen otomatis dalam menyelesaikan berbagai tugas pekerjaan secara mandiri.

Revolusi Dunia Kerja dan Peran AI

Dalam podcast ‘Decoder’ di The Verge, Srinivas menegaskan bahwa browser AI dapat menjadi titik awal dalam mengotomasi tugas-tugas, yang akan mengubah cara kerja profesional di seluruh dunia.

Dengan Comet, Preplexity merencanakan untuk mengotomatiskan berbagai fungsi, mulai dari proses perekrutan hingga pengelolaan jadwal rapat, yang diharapkan dapat mendorong produktivitas lebih tinggi.

Srinivas menggambarkan fungsi AI yang komprehensif, mulai dari menemukan kandidat di LinkedIn hingga mengatur janji wawancara dalam satu proses tanpa intervensi manusia.

Pergeseran ini bisa membuat banyak pekerjaan di sektor kerah putih, seperti perekrutan dan administrasi, menjadi sangat berisiko dan terancam hilang.

Konsekuensi Otomatisasi Bagi Pekerja

Srinivas menekankan bahwa otomatisasi bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan sebagai perubahan mendasar dalam cara manusia bekerja.

Tugas-tugas yang sebelumnya memakan waktu lama kini dapat diselesaikan dengan satu perintah kepada AI, sehingga peran manusia akan bergeser dari pelaksana tugas menjadi pengawas hasil.

Fenomena ini juga berlaku untuk asisten eksekutif, di mana Comet dapat mengelola komunikasi dan penjadwalan tanpa campur tangan manusia.

Visi ini menunjukkan adanya pergeseran menuju produktivitas yang lebih berkelanjutan dan efisien.

Pandangan Berbeda Tentang Masa Depan AI

Srinivas menekankan bahwa seiring dengan kemajuan teknologi, AI diprediksi akan secara signifikan mengubah cara organisasi beroperasi dan berpotensi menggantikan banyak posisi.

Prediksi mengenai dampak AI pun semakin beragam, di mana CEO Anthropic, Dario Amodei, memeringatkan bahwa AI mungkin akan melampaui kemampuan manusia dalam waktu dekat.

Namun, CEO Alphabet, Sundar Pichai, berpendapat bahwa AI bukanlah ancaman bagi pekerjaan, melainkan akan menciptakan peluang baru.

Dengan dua pandangan yang saling bertentangan ini, penting bagi pekerja untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang disebabkan oleh perkembangan otomatisasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU