Kontroversi ChatGPT: Apakah Ia Benar-Benar Dapat Mengintip Melalui Kamera Ponsel?
isu seputar ChatGPT mengakses kamera pengguna melalui mode Voice telah menjadi perdebatan hangat di media sosial. Para pengguna mempertanyakan keakuratan jawaban yang diberikan oleh chatbot tersebut dalam interaksi real-time.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Beberapa video yang beredar menunjukkan ChatGPT menjawab pertanyaan secara tepat, namun ketidak konsistenan jawabannya justru membingungkan banyak pihak. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dugaan akses terhadap kamera tidak mendukung klaim tersebut.
Belakangan ini, platform media sosial seperti TikTok ramai dengan pengguna yang mengekspresikan kekhawatiran bahwa ChatGPT bisa mengintip melalui kamera ponsel. Beberapa video menunjukkan chatbot tersebut menjawab pertanyaan terkait kondisi pengguna dengan sangat akurat.
Pengujian dilakukan dengan meminta pengguna berinteraksi dalam mode Voice dengan pertanyaan 'Ya' atau 'Tidak'. Pertanyaan tersebut lebih berkaitan dengan kondisi real-time, seperti 'apakah saya sedang di dalam ruangan?'.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dalam beberapa percobaan langsung, pengguna mulai menilai seberapa efektif jawabannya. Dari lima pertanyaan yang diajukan, ChatGPT memberikan jawaban tepat pada salah satu pertanyaan mengenai kondisi rambut, tetapi hasil lainnya menunjukkan ketidakakuratan.
Sebagai contoh, saat menanyakan apakah pengguna mengenakan kaos hitam, ChatGPT menjawab 'Tidak', meskipun kenyataannya pengguna sedang mengenakan kaos berwarna hitam. Hal ini menunjukkan adanya ketidakakuratan dalam analisis yang dilakukan chatbot.
Penting untuk dicatat bahwa penggunaan mode Voice pada ChatGPT memerlukan izin eksplisit dari pengguna untuk mengakses kamera. Ini menandakan bahwa chatbot tidak memiliki kemampuan untuk mengintip tanpa persetujuan dari pengguna.
Saat menjalani mode Voice, pengguna harus menekan tombol manual untuk membagikan gambar atau video, menunjukkan bahwa interaksi tidak bersifat otomatis. OpenAI juga menekankan bahwa jawaban yang diberikan tidak selalu dapat dipercaya.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: