Ambisi Korea Selatan Menjadi Pusat AI dan Peringatan dari CEO SoftBank
CEO SoftBank, Masayoshi Son, baru-baru ini mengungkapkan bahwa kemajuan kecerdasan buatan super (AI) bisa membuat manusia berada dalam posisi yang sangat terbatas.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Pernyataan ini muncul setelah pertemuan dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, yang menyoroti ambisi negara tersebut untuk menjadi pusat pengembangan AI di dunia.
Masayoshi Son menyampaikan, 'Perbedaan antara otak manusia dan ikan mas dalam pot, perbedaannya 10.000 kali lipat.' Pernyataan ini menunjukkan perbandingan mencolok antara kecerdasan manusia dan kecerdasan yang bisa dicapai oleh AI.
Son lebih jauh menjelaskan bahwa AI yang berkembang dengan pesat kemungkinan akan menjadi '10.000 kali lebih pintar dari kita.' Ini mencerminkan harapannya terhadap potensi transformasi besar yang bisa dibawa oleh teknologi ini.
Ia juga menekankan, 'Kita tidak perlu memakannya. ASI tidak makan protein. Mereka tidak perlu memakan kita -- jangan khawatir.' Pernyataan ini menggarisbawahi konsekuensi dari hubungan antara manusia dan kecerdasan super.
Pertemuan antara Masayoshi Son dan Lee Jae Myung mencerminkan keinginan Korea Selatan untuk menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi AI. Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan AI, hal ini disampaikan oleh Lee pada bulan November lalu.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dalam diskusi tersebut, Lee mengajukan pertanyaan mengenai kemampuan ASI dalam memenangkan Hadiah Nobel Sastra. Ini menunjukkan ketertarikan dan kekhawatiran terkait kekuatan yang dimiliki oleh kecerdasan buatan.
Korea Selatan berusaha untuk bersaing dengan negara-negara besar lain dalam teknologi AI, termasuk Amerika Serikat dan China, menciptakan iklim kompetisi yang semakin ketat.
Meskipun masih terdapat berbagai tantangan, para ilmuwan meyakini bahwa kecerdasan umum buatan (AGI) adalah langkah awal yang penting dalam pengembangan AI. Namun, mereka juga menganggap bahwa ASI masih jauh dari realisasi.
Beberapa ahli mencatat bahwa AGI yang dapat melebihi kemampuan manusia dalam beragam tugas mungkin terwujud dalam waktu satu dekade mendatang.
Kantor kepresidenan Korea Selatan mengumumkan kerjasama dengan Arm, unit desain semikonduktor dari SoftBank, untuk melatih 1.400 profesional chip, yang bertujuan untuk memperkuat sektor semikonduktor di Korea Selatan.
Penasihat kebijakan presiden, Kim Yong-beom, menyatakan, 'Inisiatif tersebut memperkuat bidang-bidang di mana industri semikonduktor Korea Selatan relatif lemah.' Ini menunjukkan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: