Google Kembangkan Sistem Operasi Desktop "Aluminium OS" untuk 2026
Google sedang mengembangkan sistem operasi desktop baru yang diberi nama "Aluminium OS", dengan rencana peluncuran pada tahun 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Kolaborasi antara Google dan Qualcomm ini bertujuan untuk menciptakan alternatif di pasar yang dikuasai oleh Windows, dengan menawarkan pengalaman pengguna yang lebih terintegrasi.
Aluminium OS dirancang untuk mengadaptasi Android yang populer pada perangkat mobile ke dalam pengalaman desktop yang lebih kompleks. Hal ini menunjukkan bahwa Google berusaha menciptakan solusi baru dalam sektor perangkat di mana Windows sering mengalami tantangan.
Proyek ini diharapkan dapat beroperasi di berbagai perangkat, termasuk desktop konvensional dan tablet. Dengan langkah ini, Google ingin membangun ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi dan fleksibel.
Selain itu, Google telah melakukan pengujian pada berbagai build Android desktop menggunakan prosesor Snapdragon X. Pengembangan ini menunjukkan kemajuan yang lebih cepat dibandingkan estimasi awal yang diperkirakan.
Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Salah satu pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana status ChromeOS setelah Aluminium OS diluncurkan. Beberapa informasi bocoran mengindikasikan bahwa Chromebook yang ada bisa di-upgrade ke Aluminium OS, meskipun pengguna tetap memiliki pilihan untuk menggunakan ChromeOS.
Pengujian Aluminium OS juga sudah dilakukan pada perangkat yang dilengkapi prosesor Intel Alder Lake dan MediaTek Kompanio. Dengan demikian, perangkat lama diharapkan dapat bertransisi lebih mudah ke sistem baru ini.
Dengan integrasi kecerdasan buatan yang mendalam, Google berupaya bersaing dengan Microsoft, yang mengandalkan Copilot di Windows, menjadikan inovasi ini sebagai bagian kunci dari perangkat lunak mereka.
Salah satu keuntungan utama dari Aluminium OS adalah kemampuannya untuk menjalankan aplikasi Android secara native. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengguna tanpa menambah kompleksitas antarmuka.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah meyakinkan pengembang untuk mengoptimalkan aplikasi mereka untuk pengalaman desktop yang lebih baik. Terdapat kekhawatiran apakah para pengembang akan rela menginvestasikan waktu untuk menyesuaikan aplikasi atau hanya memperbesar tampilan aplikasi yang telah ada.
Hingga saat ini, nama "Aluminium OS" merupakan sebutan internal dan belum ada pengumuman resmi dalam publikasi. Kemungkinan besar, peluncuran awal akan diperkenalkan dalam acara Google I/O pada tahun 2026 diikuti oleh rilis perangkat pertama yang mendukung sistem ini.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: