Kemajuan di industri otomotif kini dibayangi oleh ancaman siber yang semakin nyata, memberikan risiko terhadap keamanan alat transportasi. Serangan ini tidak hanya menargetkan kendaraan, tetapi juga infrastruktur pendukung dan data pribadi pengguna.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Menurut analisis oleh Kaspersky, tren kejahatan siber di sektor otomotif diprediksi akan semakin beragam menjelang tahun 2026. Ancaman tersebut berpotensi mengganggu operasional berbagai layanan transportasi dan mempengaruhi industri secara keseluruhan.
Kerentanan dalam Transportasi Digital
Digitalisasi telah mengubah cara beroperasi sektor transportasi, dari taksi hingga layanan berbagi mobil. Meski memberikan kemudahan, faktor ini juga membuka celah bagi pelaku kejahatan siber untuk mengakses data pribadi pengguna.
Serangan ransomware menjadi salah satu ancaman utama di industri ini, mampu melumpuhkan operasional perusahaan dengan mencuri akses sistem yang vital. Modul penguncian mobil jarak jauh juga berpotensi dieksploitasi, yang bisa membahayakan armada transportasi yang besar.
Di sektor logistik, insiden peretasan dapat berujung pada pencurian kargo, karena data pengiriman dapat diubah secara digital. Situasi ini menunjukkan bahwa risiko siber tidak hanya mengganggu operasional tetapi juga mempunyai dampak finansial yang signifikan.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Risiko pada Infrastruktur Pengisian Daya
Stasiun pengisian bahan bakar dan kendaraan listrik kini menjadi bagian dari transformasi digital yang sedang berlangsung. Konektivitas yang dihadirkan menambah kompleksitas dan meningkatkan kemungkinan serangan siber.
Para penyerang bisa mencuri sumber daya seperti bahan bakar dan listrik, serta mengakses data pelanggan melalui serangan yang terfokus. Meningkatnya risiko pada infrastruktur ini menegaskan pentingnya keamanan siber dalam pembangunan fasilitas masyarakat.
Oleh karena itu, pengimplementasian sistem keamanan yang tangguh dan terintegrasi sangat diperlukan dalam infrastruktur publik untuk melindungi aset berharga sekaligus data penggunanya.
Celah dalam Arsitektur Kendaraan Modern
Kendaraan modern dilengkapi dengan unit kontrol elektronik (ECU) yang saling terhubung, membuat sistem menjadi lebih kompleks namun rentan. Hal ini menciptakan potensi bagi penyerang untuk meretas dan mencuri kendaraan.
Salah satu insiden terbaru menunjukkan bagaimana penyerang mengakses sistem starter mesin melalui sambungan bus CAN, yang menunjukkan bahwa desain sistem kendaraan harus lebih diperhatikan dalam konteks keamanan.
Artem Zinenko, Kepala Riset Kaspersky ICS CERT, menyatakan pentingnya melakukan audit keamanan untuk memperkuat perlindungan dalam seluruh aspek rantai pasokan otomotif. Implementasi prinsip keamanan siber sejak fase desain diyakini dapat menekan risiko serangan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: