Persib Bandung akan berduel melawan Ratchaburi FC dari Thailand di babak 16 Besar AFC Champions League Two. Pelatih tim, Bojan Hodak, menyatakan bahwa undian ini menguntungkan meski ada tantangan berat yang harus dihadapi.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Dengan leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Hodak optimis timnya mampu bersaing. Ia meminta dukungan dari federasi dan liga untuk mempersiapkan segala sesuatunya dalam kompetisi internasional ini.
Strategi Persib Menghadapi Ratchaburi FC
Bojan Hodak mengungkapkan keyakinannya terhadap hasil undian yang mempertemukan timnya dengan Ratchaburi FC. "Saya lihat ini adalah tim yang bisa kami hadapi, tim yang bisa kami tantang," ujarnya.
Pelatih asal Kroasia ini menggarisbawahi pentingnya leg kedua yang akan dilangsungkan di kandang sendiri. "Jika stadion penuh, saya pernah katakan itu tentunya tidak akan mudah bagi lawan," tambahnya.
Hodak menegaskan bahwa timnya akan memanfaatkan potensi yang ada untuk melangkah lebih jauh di kompetisi ini. Ia merasa ada harapan positif dari hasil undian yang diterima.
Strategi pelatihan dan persiapan mental menjadi fokus utama untuk memastikan tim siap ketika bertanding.
Jadwal Padat di Kompetisi Domestik
Sementara itu, Hodak mencemaskan padatnya jadwal yang dihadapi di liga domestik saat akan maju ke tahap ini. Persib terpaksa menjadwalkan tiga pertandingan dalam dua pekan yang bisa memengaruhi persiapan tim.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
"Sekarang kami fokus untuk menjadwal ulang pertandingan di liga, karena ada jadwal kami bertanding di tiga laga dalam dua pekan," ungkap Hodak.
Pelatih berharap agar jadwal liga dapat diatur sedemikian rupa untuk memudahkan persiapan, sehingga peluang lolos ke babak berikutnya tetap terjaga.
Jadwal yang padat menjadi perhatian serius, terutama menjelang pertandingan penting di tingkat internasional.
Tantangan dalam Kompetisi Asia Berbeda dari Eropa
Hodak juga menjelaskan perbedaan signifikan antara kompetisi di Asia dan Eropa, khususnya terkait jarak dan waktu perjalanan. Di Eropa, perjalanan antarkota atau negara biasanya lebih singkat.
"Di Eropa tidak terlalu lama melakukan perjalanan. Asia itu sangat besar dan ini menjadi masalah utama," kata Hodak.
Ia memberikan contoh bahwa perjalanan di Eropa umumnya hanya memakan waktu satu hingga dua jam, sementara di Asia hal ini bisa jauh lebih lama. "Ini perbedaan yang besar," ujarnya.
Hodak menekankan bahwa tantangan ini perlu diperhatikan, agar tim dapat beradaptasi dengan baik dalam setiap pertandingan internasional.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: