Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menekankan betapa pentingnya persiapan matang menjelang SEA Games 2027 di Malaysia. Ia memperingatkan bahwa tanpa persiapan yang maksimal, Indonesia berpotensi turun peringkat ke posisi lima.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN
Dalam pernyataannya di Kantor Kemenpora, Erick juga mengindikasikan bahwa persaingan di ajang olahraga tahunan ini semakin ketat, dengan negara-negara lain seperti Filipina dan Thailand meningkatkan komitmen mereka.
Tantangan di SEA Games 2027
Erick Thohir menyampaikan bahwa persiapan negara-negara rival semakin signifikan menjelang SEA Games 2027. Ia mengungkapkan pengalamannya saat berkomunikasi dengan Menpora Filipina, Patrick Gregorio, yang menyatakan pihaknya telah mempersiapkan banyak atlet untuk ajang mendatang.
“Filipina, menteri olahraganya sahabat saya, Patrick itu WA (ke saya pesan Whatsapp), mereka kirim atlet yang jumlahnya cukup signifikan, cukup banyak,” jelasnya. Ini menandakan bahwa negara-negara tetangga sudah mulai bersiap jauh hari sebelum ajang dimulai.
Erick juga menekankan bahwa Indonesia harus benar-benar bersiap, mengingat pesaing utama seperti tuan rumah Malaysia dan negara kuat lainnya seperti Vietnam dan Thailand. Tanpa persiapan yang matang, peluang Indonesia untuk bersaing menjadi sangat kecil.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Tingkat Persaingan dan Jumlah Kontingen
Dalam konteks persaingan di SEA Games 2025 di Thailand, Erick menyebutkan bahwa tuan rumah menjadi lawan utama. Thailand diperkirakan akan mengirimkan 1.807 atlet, diikuti oleh Malaysia dengan 1.580 atlet, dan Indonesia yang hanya mengirim 1.548 atlet.
“Ini kan rumahnya Thailand. Artinya saingan kita, sudah pasti. Bukan kita meremehkan negara mana pun,” tegas Erick. Ia menambahkan bahwa negara-negara lain seperti Malaysia dan Filipina juga harus diwaspadai meskipun Thailand dianggap sebagai yang terkuat.
Menpora juga mencatat pentingnya untuk mempelajari potensi lawan-lawan yang ada. Filipina, yang berkomitmen untuk mengembangkan sektor olahraga, menjadi salah satu perhatian dalam perencanaan ke depan.
Revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)
Erick Thohir juga mengumumkan bahwa Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) akan mengalami revisi. Revisi ini dilakukan seiring dengan penetapan 21 cabang olahraga unggulan yang ditargetkan dapat meningkatkan prestasi olahraga nasional.
“Kita sudah mendapat arahan, tetapi tentu menunggu suratnya secara resmi mengenai 21 cabor unggulan itu,” ujarnya. Setelah menerima surat resmi, Kemenpora akan mengevaluasi setiap cabang olahraga terkait pendanaan.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan ketaatan terhadap aturan keuangan negara di setiap kegiatan yang dilaksanakan. “Penilaian untuk setiap cabor berbeda, baik dari pendanaan maupun targetnya. Jangan sampai niat baik malah dianggap menyalahi aturan,” tegasnya.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: