Pasar mobil penumpang berbahan bakar bensin di China mengalami penurunan signifikan selama enam tahun berturut-turut.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Pada tahun 2025, total volume penjualan tahunan tercatat hanya 10,85 juta unit, jauh dari 17,8 juta unit pada tahun 2020.
Mengapa Penjualan Mobil Bensin Menurun?
Penyebab utama dari penurunan ini adalah fenomena yang dikenal sebagai New Energy Vehicle (NEV), yang mengalami penetrasi hingga 59 persen pada Desember 2025.
Pergeseran dalam perilaku konsumen ini menunjukkan bahwa banyak yang beralih ke kendaraan listrik, serta mengadopsi teknologi penggerak listrik di pasar otomotif China.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Peringkat Merek Mobil Bermesin Bensin
Di antara sepuluh model mobil bermesin pembakaran internal terlaris tahun 2025, merek-merek hasil usaha patungan masih menguasai pasar.
Volkswagen, sebagai salah satu merek terkuat, mencatat penjualan Volkswagens Magotan sebanyak 202.000 unit, naik 15,6 persen dari tahun sebelumnya.
Analisis Tren Penjualan Sejarah
Salah satu model yang mencolok dalam tren penjualan ini adalah Nissan Sylphy, yang penjualannya turun drastis dari 538.000 unit pada tahun 2020 menjadi 320.000 unit pada tahun 2025.
Volkswagen Lavida juga mengalami penurunan, dari hampir 500.000 unit pada tahun 2019 kini hanya terjual 270.000 unit, menunjukkan perubahan signifikan dalam preferensi konsumen.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: