Penurunan Nilai Brand Tesla Menjelembur di Pasar Otomotif
Perusahaan otomotif Tesla menghadapi penurunan nilai brand yang cukup signifikan, mencapai 35% pada tahun 2025. Hal ini setara dengan kerugian sebesar US$15,4 miliar atau sekitar Rp257 triliun, menurut laporan terbaru dari Brand Finance.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap anjloknya nilai brand ini, termasuk kurangnya inovasi produk baru dan reputasi CEO Elon Musk yang kerap dipertanyakan. Nilai brand Tesla saat ini diperkirakan mencapai US$27,61 miliar, jauh di bawah puncaknya yang mencapai US$66,2 miliar pada awal tahun ini.
Menurut data dari Brand Finance, nilai brand Tesla merosot menjadi US$27,61 miliar pada akhir 2025. Ini merupakan penurunan yang signifikan dibandingkan nilai brand sebelumnya yang mencapai US$43 miliar.
David Haigh, CEO Brand Finance, menyatakan bahwa kurangnya inovasi dalam peluncuran model baru menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, harga jual yang relatif tinggi dibandingkan kompetitor juga turut mempengaruhi.
Kontroversi seputar CEO Elon Musk, termasuk fokusnya pada bisnis mobil otomatis, juga berperan dalam menurunkan kepercayaan pasar terhadap Tesla.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Produsen mobil lain seperti Toyota, Mercedes-Benz, Volkswagen, dan Porsche kini mempunyai nilai brand yang lebih tinggi dibanding Tesla. Data menunjukkan bahwa Toyota menduduki posisi teratas dengan nilai brand mencapai US$62,7 miliar.
Strategi bisnis yang berbeda serta inovasi produk menjadi faktor kunci keberhasilan pesaing Tesla. Ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar otomotif semakin kompetitif dan dinamis.
Selain itu, BYD dari China menunjukkan pertumbuhan nilai brand yang signifikan dengan kenaikan sebesar 23%, menunjukan bahwa mereka juga menjadi pesaing baru yang harus diperhatikan.
Lorenzo Coruzzi, Direktur Valuasi Brand Finance, menggambarkan bahwa skor rekomendasi Tesla di AS kini berada pada titik terendah yakni 4 dari 10. Ini menunjukkan bahwa banyak konsumen yang tidak mau merekomendasikan Tesla kepada orang lain.
Hal ini berbeda jauh dengan skor rekomendasi yang pernah diraih Tesla, yang mencapai 8,2 pada tahun 2023. Penurunan ini mencerminkan adanya pergeseran dalam persepsi konsumen kepada brand tersebut.
Survei yang melibatkan 1.000 responden dari 18 negara memperlihatkan adanya pandangan yang jelas mengenai pandangan publik terhadap Tesla saat ini dan tantangan besar yang dihadapi dalam memulihkan citra.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: