Senin, 27 APRIL 2026 • 11:01 WIB

Gubernur Kaltim Minta Maaf dan Janji Bertanggung Jawab atas Kontroversi Renovasi

Author

Gubernur Kaltim Minta Maaf dan Janji Bertanggung Jawab atas Kontroversi Renovasi

Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas'ud, secara terbuka meminta maaf terkait polemik renovasi rumah jabatan yang menghabiskan dana Rp 25 miliar. Permintaan maaf ini muncul sebagai respons atas kritik masyarakat yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap anggaran tersebut.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Melalui akun Instagram-nya, Rudi menegaskan bahwa ia akan evaluasi ulang rencana tersebut dan mengambil tanggung jawab pribadi terhadap beberapa fasilitas yang dianggap tidak relevan.

Kritik terhadap Proyek Renovasi

Kontroversi renovasi rumah jabatan ini muncul setelah publik mempertanyakan kehadiran beberapa item yang dianggap tidak perlu, seperti kursi pijat dan akuarium air laut. Dalam konteks ini, Rudi mengakui bahwa kritik masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan memutuskan untuk melakukan evaluasi terhadap rencana renovasi.

Rudi Mas'ud menyatakan, 'Sebagai gubernur, saya tetap bertanggung jawab atas seluruh kebijakan yang berjalan saat ini.' Pernyataan ini menunjukkan kesadaran Rudi atas tanggung jawabnya meskipun perencanaan renovasi sudah ada sebelum masa jabatannya.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Tanggung Jawab Pribadi Gubernur

Sebagai reaksi terhadap kritik yang berkembang, Rudi Ma’ud menegaskan komitmennya dengan berjanji untuk menanggung biaya dari item renovasi yang tidak sejalan dengan fungsinya. Dalam penjelasannya, ia menyatakan, 'Saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut.'

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan dan menunjukkan komitmen Rudi terhadap tanggung jawab moral kepada publik.

Membangun Kepercayaan Publik

Rudi juga menyampaikan pentingnya meninjau kembali kebijakan anggaran publik untuk lebih sensitif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa, 'Kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya melalui program, tetapi juga melalui sikap terbuka dan kesediaan untuk mengakui kekurangan.'

Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya bagi pemerintah daerah untuk berhati-hati dalam merancang setiap program yang mendapat sorotan publik, sehingga harapan dan aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dengan baik.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU