Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa kelangkaan minyak goreng rakyat, Minyakita, terjadi akibat program bantuan pangan pemerintah.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Ketersediaan minyak goreng di pasaran menurun drastis, menyebabkan harga melonjak tajam.
Bantuan Pangan dan Dampaknya
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa dalam program bantuan pangan, masyarakat menerima jatah minyak goreng dan beras. Penerima bantuan mencapai 33 juta dengan masing-masing mendapatkan dua liter minyak per orang per bulan.
Kondisi ini menyebabkan stok minyak goreng di pasaran semakin berkurang, yang mengakibatkan lonjakan harga.
"Kemarin dan bulan ini kita ada bantuan pangan 33 juta bantuan pangan, kali 2 liter, kali 2 bulan. Nah, pakai minyak kita. Itu tuh kesedot sehingga di pasar agak berkurang, sehingga harga menjadi naik," kata Zulhas.
Dengan situasi ini, pemerintah merespons cepat untuk mengatasi kelangkaan dan menstabilkan harga.
Langkah Pemerintah Mengatasi Masalah
Zulhas menegaskan pentingnya langkah cepat dari pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng. Ia juga menyampaikan bahwa program bantuan pangan perlu disesuaikan dan tidak lagi menggunakan Minyakita.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
"Ini cepat supply-nya kita tambah dan nanti Bulog kalau ada bantuan pangan, boleh pakai merek apa saja, kita akan bicara dengan produsen dengan harga yang sama," ungkap Zulhas.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan stok Minyakita tidak terganggu oleh program bantuan.
Pemerintah terus berupaya untuk mengatur mekanisme distribusi agar kebutuhan masyarakat pada minyak goreng terpenuhi.
Kerjasama Bulog dan Produsen Swasta
Salah satu solusi yang diusulkan adalah mendorong Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk bekerja sama dengan produsen swasta. Kerjasama ini bertujuan untuk menyediakan minyak goreng setara Minyakita baik dari segi harga maupun kualitas.
"Ada tambahan, sehingga tidak mengganggu minyak kita yang ada di pasar-pasar tradisional itu. Jadi udah ketemu sebabnya kenapa naik, karena ada bantuan pangan 33 juta kali 2 bulan, kali 2 liter," tambahnya.
Dengan berbagai langkah ini, diharapkan masyarakat tidak kesulitan menemukan Minyakita dengan harga yang wajar.
Pemerintah dan produsen swasta diharapkan dapat bekerja sama secara berkelanjutan untuk memastikan kestabilan pasokan di masa depan.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: