Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran pinjaman dari IMF dan Bank Dunia, menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap kuat.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Pernyataan ini disampaikan saat Pertemuan Musim Semi di Washington DC dan menyebut bahwa cadangan negara sudah mencukupi.
Penjelasan Tawaran Pinjaman di Pertemuan Musim Semi
Dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Purbaya menjelaskan tawaran dari IMF dan Bank Dunia yang menyiapkan dana 20 miliar hingga 30 miliar dolar AS untuk negara-negara terdampak ketidakpastian global.
Dia mengonfirmasi bahwa Indonesia belum memerlukan bantuan tersebut, mengatakan, "Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir 25 miliar dolar AS (setara Rp428,77 triliun)."
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Stabilitas Keuangan Indonesia
Purbaya mengungkapkan bahwa meskipun tawaran tersebut krusial, stabilitas keuangan negara tetap terjaga.
"Saya masih punya uang sebesar 25 miliar dolar AS juga, yang kami pegang untuk negara sendiri," tuturnya.
Strategi dan Prospek Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya memaparkan bahwa pemerintah telah mengubah kebijakan fiskal sejak akhir tahun lalu, yang mulai memberikan dampak positif bagi perekonomian.
Dia optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,4-6 persen pada tahun 2026 meskipun kondisi global masih dalam ketegangan.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: