Selasa, 21 APRIL 2026 • 11:03 WIB

Perempuan Indonesia: Penggerak Perubahan di Hari Kartini 2026

Author

Perempuan Indonesia: Penggerak Perubahan di Hari Kartini 2026

Peringatan Hari Kartini tahun 2026 membawa pesan signifikan mengenai peran perempuan di Indonesia. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan bahwa perempuan kini bukan hanya sekadar objek, tetapi subjek yang aktif dalam menentukan arah bangsa.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dalam pernyataannya, Puan mengajak semua orang untuk merefleksikan perjalanan perempuan dalam sejarah, serta memastikan perspektif mereka ada dalam setiap pengambilan keputusan.

Perempuan Sebagai Subjek Aktif

Puan Maharani menekankan pentingnya melihat perempuan sebagai subjek aktif dalam perjalanan bangsa. "Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu," ujarnya dalam keterangan.

Pertanyaannya sekarang bukan 'apakah perempuan mampu?', melainkan 'seberapa jauh dan dengan sistem seperti apa perempuan bisa berkontribusi?'.

Ia juga menjelaskan bahwa Hari Kartini seharusnya menjadi momentum untuk menegaskan peran penting perempuan dalam pembangunan. "Di Hari Kartini, kita menegaskan kembali bahwa perempuan bukanlah objek, tapi subjek aktif yang ikut menentukan cerita perjalanan Republik Indonesia," tambahnya.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Kepemimpinan dan Peran Perempuan dalam Pembangunan

Puan mengajak semua pihak untuk menghargai peran perempuan dalam pembangunan, bukan hanya sebagai kebijakan afirmatif. "Menyertakan perempuan merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia dan pilihan yang benar untuk menguatkan daya dari bangsa Indonesia itu sendiri," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman hidup perempuan berbeda dan perlu diakui. "Pengalaman hidup unik dari perempuan telah menempatkan kita seperti sinonim dengan istilah 'Merawat Kehidupan'," ungkap Puan.

Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa peran aktif perempuan sudah terbukti dalam berbagai bidang. "Apa yang kita perlu lakukan sekarang adalah kita harus bersama-sama memastikan bahwa keunikan pengalaman hidup perempuan akan terus dihadirkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan," tambahnya.

Refleksi Perjuangan dan Harapan untuk Masa Depan

Puan juga mengingatkan bahwa RA Kartini adalah contoh perempuan yang berjuang mengubah sistem. Ia mengungkapkan, "Kartini tidak menunggu sistemnya sempurna untuk mulai menulis. Ia menulis, dan sistemnya berubah."

Dalam konteks saat ini, penting bagi perempuan untuk menjadi penggerak perubahan. "Perempuan-perempuan Indonesia hari ini tidak sedang menunggu. Mereka sudah memimpin, sudah merawat, sudah mengubah," ujarnya.

Puan menekankan perlunya kolaborasi antara laki-laki dan perempuan dalam proses pembangunan. "Karena bangsa yang ingin terbang tinggi membutuhkan kedua sayapnya yaitu perempuan dan laki-laki untuk dapat bekerja penuh," pungkasnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU