Senin, 20 APRIL 2026 • 15:35 WIB

Insiden Kontroversial di Laga Dewa United Melawan Bhayangkara FC: Kericuhan dan Tindakan Kekerasan yang Viral

Author

Insiden Kontroversial di Laga Dewa United Melawan Bhayangkara FC: Kericuhan dan Tindakan Kekerasan yang Viral

Sebuah insiden mengejutkan terjadi dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 saat Dewa United bertanding melawan Bhayangkara FC, mengundang perhatian besar di media sosial.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

Pertandingan yang berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, di Stadion Citarum, Semarang, berakhir dengan kemenangan Dewa United 2-1, tetapi situasi di lapangan berujung keributan setelah peluit akhir.

Pertandingan yang Memicu Kontroversi

Dewa United berhasil mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 pada pertandingan tersebut, yang berlangsung di Stadion Citarum. Gol-gol bagi Dewa United dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara satu gol balasan dari Bhayangkara FC disarangkan oleh Aqilah Lussnah.

Namun, suasana berubah tegang setelah peluit akhir berbunyi. Terjadi kericuhan di lapangan yang melibatkan pemain dari kedua tim, menciptakan momen yang tidak akan terlupakan bagi para penonton.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Tendangan Kungfu yang Menghebohkan

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pemain Bhayangkara FC melakukan tindakan kekerasan dengan melakukan tendangan kungfu kepada pemain Dewa United, mengenai bagian leher. Tindakan ini mendapatkan sorotan negatif karena dianggap melanggar norma dalam olahraga.

Lebih lanjut, terdapat juga dugaan tindakan serupa yang dilakukan oleh pemain Bhayangkara FC bernama Fadly Alberto. Video tersebut mengundang berbagai komentar dan mengkritik tindakan tersebut sebagai satu tindakan kekerasan yang tidak pantas.

Reaksi Pelatih dan Pihak Terkait

Asisten pelatih Dewa United, Firman Utina, mengekspresikan kekecewaannya melalui Instagram, dengan menyoroti tindakan pelatih kiper Bhayangkara FC, Ferdiansyah, yang diduga terlibat dalam provokasi tersebut. Ia menyatakan, "Kamu tuh pelatih, bukan preman. Makanya kursus jangan tidur, supaya belajar sama-sama."

Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, juga memberikan respons serius terhadap insiden ini. Ia menekankan pentingnya memberikan contoh yang baik, terutama bagi pemain muda, dan menyayangkan bahwa kejadian ini mencoreng citra kompetisi.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU