Rabu, 15 APRIL 2026 • 16:21 WIB

Kerja Sama Energi, Indonesia dan Rusia Jalin Kesepakatan Pasokan Minyak dan LPG

Author

Kerja Sama Energi, Indonesia dan Rusia Jalin Kesepakatan Pasokan Minyak dan LPG

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi hasil diskusi bilateral dengan Rusia mengenai kerja sama pasokan energi. Pertemuan ini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama menteri-menteri terkait.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Dirjen Migas Laode Sulaeman menyatakan Rusia siap memasok minyak mentah dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Indonesia, langkah yang diharapkan akan menjaga ketersediaan energi dalam negeri secara berkelanjutan.

Potensi Kerja Sama Energi Jangka Panjang

Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, mengungkapkan, "Jadi sekarang tim di Rusia pun ada tim yang sedang menyiapkan teknisnya. Kita belum sampai ke volume. Tapi paling tidak Rusia mau kerja sama crude, BBM, LPG itu sudah bagus."

Diharapkan, minyak mentah tersebut akan diolah di kilang domestik, berpotensi meningkatkan kemandirian energi Indonesia. Selain itu, pemerintah juga melirik peluang untuk membangun fasilitas penyimpanan energi di Karimun, Kepulauan Riau.

"Karimun itu kan penyimpanan internasional di sana. Dan di sana itu ada slot yang masih bisa dibangun storage," tegas Laode tentang keuntungan proyek ini yang bukan sekadar skema sewa.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Diskusi Lanjutan Antara Pejabat Energi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berlanjut berdiskusi dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev, menindaklanjuti kesepakatan sebelumnya. Pertemuan ini bertujuan memperjelas pasokan minyak mentah dan LPG.

"Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," ungkap Bahlil.

Skema kerja sama ini menjangkau Government to Government (G2G) dan business to business (B2B), memastikan ketersediaan cadangan energi nasional dengan dukungan dari Rusia.

Rusia Sebagai Mitra Strategis Energi

Mengomentari status Rusia sebagai mitra strategis, Bahlil menyatakan bahwa Indonesia selalu terbuka untuk kolaborasi energi yang lebih luas. "Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," ujarnya.

Kemitraan dengan Rusia dinilai penting, mengingat kapasitas produksi energi besar yang dimiliki negara tersebut. Hal ini dianggap vital di tengah ketidakpastian global.

"Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas. Dan alhamdulillah, Insya Allah bisa kita mendapatkan yang baik," tutup Bahlil.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU