Rossa, penyanyi terkenal di Indonesia, kini mengambil tindakan hukum untuk menghadapi fitnah yang menyerangnya di media sosial. Fitnah tersebut dikategorikan sebagai konten manipulatif yang merugikan reputasinya dan memicu respons dari manajemen dan tim hukum.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Ikhsan Tuleka, kuasa hukum Rossa, mengungkap bahwa foto dan video milik Rossa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka merasa perlu bertindak untuk mendorong masyarakat menggunakan platform digital dengan lebih bijak.
Pemberantasan Konten Manipulatif
Rossa bersama tim hukum aktif menyelidiki akun-akun yang terlibat dalam penyebaran konten hoaks. Dalam konferensi pers yang digelar di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ikhsan Tuleka menjelaskan bahwa konten negatif tersebut sudah melewati batas kewajaran.
Ikhsan juga menyatakan, 'Ini ya, ini contoh, jadi teman-teman media ini contoh ya konten-konten itu. Mereka mengambil gambar, foto, video dari T.O.C, lagu atau musik, dijahit dengan fitnah untuk menaikkan engagement.' Tindakan ini tidak hanya merugikan Rossa tetapi juga memperlihatkan ketidakberdayaan pelaku di balik penyebaran informasi tidak akurat.
Tindakan hukum yang ditempuh bertujuan untuk memberikan edukasi kepada publik. 'Jadi sekali lagi kami pertegas bahwa ini menunjukkan bahwa kita bertumbuh secara media sosial penggunanya, tapi tidak berbanding lurus dengan kecerdasan atau kecermatan masyarakat kita dalam menggunakan media sosial,' tambahnya.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Tuntutan Moral dan Hukum
Sebagai bagian dari upaya hukum, pihak Rossa menuntut permintaan maaf dari akun-acun yang telah menyebarkan hoaks. Natalia Rusli, anggota tim kuasa hukum, mengungkapkan pentingnya tanggung jawab moral meskipun konten tersebut sudah dihapus.
"Meminta maaf, karena walaupun sudah men-take down, kami sudah men-screenshot semuanya, bukti-buktinya sudah ada di tangan kami," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap publikasi yang salah harus tetap dipenuhi.
Natalia menekankan bahwa penyebaran fitnah semacam ini sangat merugikan bagi reputasi artis. 'Tapi itu sudah menghancurkan harkat, martabat, reputasi seorang diva seperti itu,' tambahnya.
Langkah Selanjutnya jika Somasi Diabaikan
Pihak Rossa telah mempersiapkan langkah lanjutan jika somasi yang disampaikan tidak mendapatkan respons positif. Natalia menyatakan bahwa mereka akan membawa masalah ini ke ranah hukum dengan melaporkan oknum ke pihak kepolisian.
"Jadi semua apabila tidak bisa bekerja sama dengan baik dan menerima masukan dan somasi dari kami, maka kami akan proses hukum selanjutnya," jelasnya. Meskipun waktu yang dibutuhkan akan panjang, tim hukum Rossa berkomitmen untuk menuju keadilan.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mendidik masyarakat tentang pentingnya tanggung jawab dalam menyebarkan informasi.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: