Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pernyataan gencatan senjata, Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai respon terhadap serangan Israel yang mengguncang Lebanon.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN
Serangan udara tersebut dilaporkan memicu kematian 254 orang dan lebih dari seribu luka-luka, meningkatkan ketegangan yang sudah ada di kawasan.
Gencatan Senjata AS-Iran yang Terancam
Amerika Serikat dan Iran baru-baru ini mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu, yang diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.
Namun, serangan militer Israel meruntuhkan harapan tersebut, dengan lebih dari 100 serangan dalam semalam, yang menyebabkan krisis kemanusiaan di Lebanon.
Laporan dari Badan Pertahanan Sipil Lebanon menunjukkan bahwa sebelum fajar tiba, setidaknya 254 orang telah tewas, menambah jumlah korban dari konflik yang terus berkepanjangan ini.
Reaksi Pemerintah Lebanon dan Internasional
Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyatakan keprihatinan mendalam mengenai kondisi kesehatan yang kritis dan menyerukan dukungan internasional.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
"Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon," ujarnya.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungannya terhadap keputusan gencatan senjata tetapi menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.
"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan serangan," tambahnya.
Pandangan AS Terhadap Penutupan Selat Hormuz
Konfirmasi terakhir dari pihak AS menekankan pentingnya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, mengatakan bahwa penutupan tersebut tidak dapat diterima.
"Saya akan mengulangi harapan dan tuntutan presiden agar Selat Hormuz dibuka kembali segera, cepat, dan aman," ujarnya.
Presiden Trump juga memberikan dukungannya terhadap tindakan Israel, menyatakan bahwa Hizbullah tidak termasuk dalam gencatan senjata yang dinegosiasikan dengan Iran.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan ini masih jauh dari kata reda.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: